Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Lulusan SMK Dominasi Pengangguran Indonesia, Pemerintah Siapkan 500 Ribu Tenaga Kerja untuk Pasar Global
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Nasional

Lulusan SMK Dominasi Pengangguran Indonesia, Pemerintah Siapkan 500 Ribu Tenaga Kerja untuk Pasar Global

By Lu'luil Maknun
Kamis, 04 Des 2025
Share
3 Min Read
Kegiatan Workshop Kepala Sekolah SMK Program SMK Go Global di Hotel Tentrem Semarang, Kamis (4/12/2025). (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Angka pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Setidaknya ada 1,6 juta lulusan SMK tercatat belum memiliki pekerjaan, sehingga pemerintah terus mendorong pembukaan akses kerja yang lebih luas bagi para alumni sekolah vokasi tersebut.

Salah satu langkah percepatan dilakukan melalui program SMK Go Global, yaitu inisiatif pemerintah pusat untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja lulusan SMK agar mampu bekerja di luar negeri melalui pelatihan kompetensi, bahasa, hingga pemahaman budaya.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PMK, Leontinus Alpha Edison, mengatakan program ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil di berbagai negara dan sekaligus menjadi solusi pengurangan pengangguran lulusan vokasi.

“Sekitar 500 ribu pekerja akan kita siapkan skill-nya, siapkan skill bahasanya, dan kesiapan mental serta pengetahuan budaya negara tujuan,” kata dia dalam Workshop Kepala Sekolah SMK Program SMK Go Global di Hotel Tentrem Semarang, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, banyak lulusan SMK yang sebenarnya memiliki kemampuan tinggi, namun kurang akses informasi pekerjaan yang valid dan rentan menjadi korban penipuan berbasis rekrutmen tenaga kerja.

“Kita harus rajin turun ke lapangan agar informasi kerja tidak diisi hoaks,” tegas Leontinus.

Sejumlah negara telah disiapkan menjadi mitra penempatan, mulai dari Jepang, Jerman, Turki, Slovakia, Singapura hingga Uni Emirat Arab. Adapun bidang kerja yang paling banyak dibutuhkan meliputi caregiver, hospitality, welder, dan berbagai profesi teknis lain.

Untuk memastikan kesiapan tenaga kerja, workshop tersebut mempertemukan pihak sekolah dengan mitra resmi seperti lembaga dari Jepang, JIKA Expert, serta Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Sadimin, menyebut SMK di provinsi ini perlu mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran. Mulai dari sinkronisasi kurikulum dengan industri hingga kewajiban membuka kelas bahasa asing.

“Ini langkah strategis untuk membuka ruang bagi lulusan SMK berkompetisi di level global. Mereka harus punya keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, dan kemampuan adaptasi lintas budaya,” ujar Sadimin.

Pemprov Jateng menargetkan seluruh SMK memiliki minimal satu kelas bahasa asing sesuai kebutuhan pasar kerja, baik Bahasa Inggris, Jepang, Korea, maupun Mandarin.

Sadimin berharap bahwa program SMK Go Global harus menjadi gerakan yang berdampak, bukan seremonial tahunan.

“Pemerintah provinsi terus mendorong sinkronisasi kurikulum antara SMK dan industri,” pungkasnya.

TAGGED:disdikbud jatengKemenko PMKPengangguran Indonesiatenaga kerja indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Penjualan Tiket Lebaran 2026 Dibuka, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Mudik Lebih Awal Sabtu, 24 Jan 2026
  • Nawal Arafah Yasin Minta JMQH Perkuat Pembinaan Perempuan Penghafal Al-Qur’an Sabtu, 24 Jan 2026
  • Tersangka Kasus 123 Ton Bawang Bombay Ilegal Senilai Puluhan Miliar di Semarang Ditangkap Sabtu, 24 Jan 2026
  • Kerja Sama Jateng–Jepang Tingkatkan Kualitas SDM, Pekerja Bakal Dilatih Jadi Manajer Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Bandang Kembali Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, Dua Jembatan Ambruk Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Pemalang: 1 Orang Tewas, 119 Warga Mengungsi Sabtu, 24 Jan 2026
  • Elon Musk Buka Loker Bergaji Rp4 Miliar, xAI Cari Talent Engineer AI Kelas Dunia Sabtu, 24 Jan 2026

Berita Lainnya

Nasional

Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel Dijamin Asuransi, Maskapai Pastikan Pendampingan Penuh

Sabtu, 24 Jan 2026
Nasional

Hilirisasi Ekonomi sebagai Amanat Konstitusi untuk Kedaulatan dan Keadilan Sosial

Sabtu, 24 Jan 2026
Nasional

Bahlil Merasa Gagal Jadi Menteri Jika Masih Ada Desa di Indonesia Belum Berlistrik

Kamis, 22 Jan 2026
Nasional

Defisit APBN 2026 Rp 689,14 Triliun, RI Siapkan Penarikan Utang Baru Rp 832,20 Triliun

Kamis, 22 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?