Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: BPBD: 62.892 Warga Pati Terdampak Banjir, 1.300 Hektare Sawah Rusak
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

BPBD: 62.892 Warga Pati Terdampak Banjir, 1.300 Hektare Sawah Rusak

By Athok Mahfud
Rabu, 21 Jan 2026
Share
3 Min Read
Banjir yang melanda Kabupaten Pati. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Banjir yang melanda Kabupaten Pati berdampak luas terhadap warga dan sektor pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, bencana tersebut memengaruhi 77 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.960 kepala keluarga atau 62.892 jiwa.

Berdasarkan data BPBD Jateng hingga Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 650 jiwa atau 200 kepala keluarga masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Selain permukiman warga, banjir juga merusak infrastruktur di 44 titik yang meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan.

Tak hanya itu, sektor pertanian turut terdampak signifikan. Luasan sawah yang terendam dan rusak akibat banjir di Kabupaten Pati tercatat mencapai 1.300 hektare.

Sejumlah lokasi pengungsian berada di Kecamatan Juwana, antara lain Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, serta Balai Kemasyarakatan Desa Kudukeras.

Banjir di Kabupaten Pati terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain hujan deras berdurasi panjang, bencana ini juga dipicu luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air, tanggul jebol, serta aliran sungai yang tersumbat material.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan sejumlah langkah penanganan jangka pendek yang akan segera dilakukan untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut.

Upaya yang disiapkan meliputi peninggian tanggul, rencana pemasangan tanggul karet di wilayah utara, serta pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air.

“Dalam waktu cepat kita usulkan untuk penanggulangan banjir ini,” kata Taj Yasin saat meninjau pengungsian banjir di Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat limpahan air sungai yang diperparah dorongan air rob. Oleh karena itu, langkah awal yang akan dilakukan adalah meninggikan tanggul guna mengurangi limpahan air ke kawasan permukiman.

Adapun langkah berikutnya, lanjut Taj Yasin, adalah pemasangan tanggul karet untuk mengantisipasi rob, serta penyiapan pompanisasi agar genangan air bisa segera dibuang.

Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan secara bertahap karena pembuangan air di satu titik berpotensi berdampak pada wilayah lain. Namun demikian, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan kawasan permukiman warga.

“Yang penting pemukiman selamat dulu,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin juga meninjau dapur umum dan posko logistik, berdialog dengan para relawan, serta memantau layanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pati.

TAGGED:Banjir PatiBerita PatiPenyebab Banjir Pati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Daerah

Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

1.257 Hektare Tambak di Pati Rusak Akibat Banjir, Kerugian Capai 17 Miliar

Kamis, 05 Feb 2026
Daerah

117 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Mayoritas Rawat Jalan

Kamis, 29 Jan 2026
Daerah

Januari 2026: Harga Cabai, Bawang, Daging dan Telur Ayam di Pekalongan Turun

Kamis, 29 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?