INDORAYA – Banjir yang melanda Kabupaten Pati berdampak luas terhadap warga dan sektor pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, bencana tersebut memengaruhi 77 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.960 kepala keluarga atau 62.892 jiwa.
Berdasarkan data BPBD Jateng hingga Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 650 jiwa atau 200 kepala keluarga masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Selain permukiman warga, banjir juga merusak infrastruktur di 44 titik yang meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan.
Tak hanya itu, sektor pertanian turut terdampak signifikan. Luasan sawah yang terendam dan rusak akibat banjir di Kabupaten Pati tercatat mencapai 1.300 hektare.
Sejumlah lokasi pengungsian berada di Kecamatan Juwana, antara lain Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, serta Balai Kemasyarakatan Desa Kudukeras.
Banjir di Kabupaten Pati terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain hujan deras berdurasi panjang, bencana ini juga dipicu luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air, tanggul jebol, serta aliran sungai yang tersumbat material.
Menanggapi kondisi ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan sejumlah langkah penanganan jangka pendek yang akan segera dilakukan untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut.
Upaya yang disiapkan meliputi peninggian tanggul, rencana pemasangan tanggul karet di wilayah utara, serta pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air.
“Dalam waktu cepat kita usulkan untuk penanggulangan banjir ini,” kata Taj Yasin saat meninjau pengungsian banjir di Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat limpahan air sungai yang diperparah dorongan air rob. Oleh karena itu, langkah awal yang akan dilakukan adalah meninggikan tanggul guna mengurangi limpahan air ke kawasan permukiman.
Adapun langkah berikutnya, lanjut Taj Yasin, adalah pemasangan tanggul karet untuk mengantisipasi rob, serta penyiapan pompanisasi agar genangan air bisa segera dibuang.
Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan secara bertahap karena pembuangan air di satu titik berpotensi berdampak pada wilayah lain. Namun demikian, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan kawasan permukiman warga.
“Yang penting pemukiman selamat dulu,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin juga meninjau dapur umum dan posko logistik, berdialog dengan para relawan, serta memantau layanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pati.


