Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Mentan Ancam Hukuman Tegas Pedagang Sapi yang Naikkan Harga, Satgas Turun Selidiki Permainan Daging
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Hukum Kriminal

Mentan Ancam Hukuman Tegas Pedagang Sapi yang Naikkan Harga, Satgas Turun Selidiki Permainan Daging

By Redaksi Indoraya
Kamis, 22 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi pedagang daging sapi. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas merespons lonjakan harga daging sapi di tengah aksi mogok pedagang di wilayah Jabodetabek. Pemerintah menurunkan satuan tugas (satgas) khusus untuk mengusut dugaan praktik permainan harga yang dinilai merugikan konsumen.

Amran menegaskan, penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu, mulai dari pelaku penggemukan sapi (feedloter), distributor, hingga pihak lain yang terbukti mematok harga di luar kewajaran.

“Satgas kami sudah saya minta langsung turun cek mulai hari ini. Kami akan telusuri siapa yang bermain, apakah dari penggemukan, distributor, atau pihak lain. Pasti ketemu nanti,” kata Amran di kantornya, Kamis (22/1).

Ia menekankan, pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi berat berupa pencabutan izin usaha, termasuk izin impor sapi bakalan, apabila ditemukan pelanggaran.

“Hampir pasti izinnya saya cabut kalau coba-coba main harga. Impor sapi bakalan itu dari saya. Kalau saya temukan, 99 persen izinnya saya cabut dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu,” kata dia.

Amran menjelaskan, pemerintah selama ini telah memberikan kemudahan impor sapi bakalan dengan kuota mencapai 700.000 ekor per tahun, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Ramadan. Namun demikian, ia mengakui masih perlu penelusuran lebih lanjut untuk memastikan titik kenaikan harga di rantai distribusi.

Terkait kondisi di tingkat penggemukan, Amran menyebut harga daging sapi justru masih berada di bawah harga pokok penjualan (HPP).

“Masih di bawah HPP. Tapi tidak berhenti di situ, tetap harus dicek siapa yang menaikkan harga di tingkat tertentu,” katanya.

Di sisi lain, Amran memastikan ketersediaan stok daging sapi nasional aman hingga Idul Fitri. Ia juga menyampaikan bahwa aksi mogok pedagang daging sapi telah disepakati untuk diakhiri.

“Tadi malam sudah ketemu dan sudah sepakat jualan lagi. Semua harus berjalan sesuai regulasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menyatakan pedagang daging sapi se-Jabodetabek melakukan mogok berjualan. Ketua APDI Wahyu Purnama menilai tingginya harga daging sapi bermula dari tingkat peternak, sehingga berdampak pada harga karkas di Rumah Potong Hewan (RPH) hingga ke konsumen.

Menurut Wahyu, kondisi tersebut tidak tepat di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan diperparah oleh belum optimalnya stabilisasi harga dalam dua pekan terakhir.

“Bandar sapi potong, pedagang daging hilirisasi pasar tradisional se-Jabodetabek, dan masyarakat menengah ke bawah sangat terdampak oleh tingginya harga daging sapi. Maka aksi mogok dagang ini salah satu bentuk protes dan keprihatinan kami,” kata Wahyu dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (22/1).

TAGGED:kenaikan harga sapiMentan Andi Amran Sulaiman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Hukum Kriminal

BPOM Panggil Produsen Kopi Lokal Terkait Dugaan Risiko Gagal Ginjal, Diduga Mengandung Zat Berbahaya

Senin, 09 Feb 2026
Hukum Kriminal

KPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Wakil Ketua PN Depok, Aliran Dana Mencurigakan Terlacak PPATK

Senin, 09 Feb 2026
Hukum Kriminal

Menkum Akui Pengelolaan Royalti di Indonesia Amburadul, Musisi Kerap Tak Terima Hak Penuh

Senin, 09 Feb 2026
Hukum Kriminal

Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?