Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Terisolir Usai Jembatan Ambruk, Warga Mangkang Wetan Kota Semarang Bertahan dengan Getek
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Terisolir Usai Jembatan Ambruk, Warga Mangkang Wetan Kota Semarang Bertahan dengan Getek

By Dickri Tifani
Kamis, 22 Jan 2026
Share
5 Min Read
Aktivitas sehari-hari, warga Mangkang Wetan Kota Semaramg, Jawa Tengah terpaksa mengandalkan perahu sederhana (Getek) sebagai satu-satunya sarana penyeberangan keluar-masuk permukiman imbas jembatan roboh. (Foto: Dok. Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Mangkang Wetan, Kota Semarang, Jawa Tengah, berujung pada ambruknya jembatan vital penghubung warga. Luapan Sungai Beringin yang meninggi drastis diduga menjadi faktor utama runtuhnya jembatan di RW 7, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, pada Kamis malam (15/1/2026).

Ambruknya jembatan tersebut seketika memutus akses utama warga dan membuat kawasan RW 7 praktis terisolasi. Untuk menjalani aktivitas sehari-hari, warga terpaksa mengandalkan perahu sederhana atau getek sebagai satu-satunya sarana penyeberangan keluar-masuk permukiman.

Contents
Warga Bertahan dengan PerahuRatusan KK Terdampak

Setiap kali menyeberang, warga harus merogoh kocek sekitar Rp2.000 hingga Rp4.000 yang diberikan kepada penyedia jasa penyeberangan darurat. Kondisi ini menjadi gambaran nyata dampak cuaca ekstrem yang tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu denyut kehidupan masyarakat setempat.

Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, memastikan jembatan yang roboh akan segera dibangun kembali. Namun sebagai langkah awal, pihak kecamatan menyiapkan pembangunan jembatan darurat untuk menjaga aksesibilitas warga.

Saat ini, pemerintah kecamatan masih melakukan penelusuran guna menentukan jalur paling aman yang dapat dilalui masyarakat, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan masih sering diguyur hujan.

“Untuk jembatan darurat akan kami bangun kembali, namun saat ini masih mencari jalur yang paling aman untuk dilalui warga karena cuaca masih sering hujan,” ujar Eko saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan darurat sementara akan dilakukan dengan skema kolaborasi, di mana pihak kecamatan menyiapkan material, sementara warga berkontribusi dari sisi tenaga.

“Untuk yang lain masih menunggu update,” ucapnya.

Meski demikian, kepastian jadwal pembangunan belum dapat ditetapkan. Proses pengerjaan masih menunggu kesiapan warga serta kebutuhan material agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan aman.

“Menunggu informasi dari Pak RW nya kapan dan kebutuhan material nya apa,” lanjut Eko.

Warga Bertahan dengan Perahu

Mukaromah, warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, menuturkan bahwa jembatan penghubung di wilayahnya ambruk pada Kamis malam (15/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Ia menyebut derasnya arus Sungai Beringin yang terus meninggi membuat struktur jembatan tak sanggup bertahan.

“Akses jalan putus, jadi harus naik perahu untuk menyebrangi sungai Beringin,” kata Mukaromah.

Jembatan dengan bentang sekitar 15 meter dan lebar kurang lebih tiga meter itu selama ini menjadi nadi penghubung aktivitas warga sehari-hari. Infrastruktur tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat sebagai solusi sementara agar mobilitas tetap berjalan.

“Sehari-harinya (aktivitas) naik motor, aslinya ini jembatan sementara yang di bangun oleh warga. Jembatan permanen yang di sebelah tengah itu sampai sekarang malah belum jadi,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan karena penggunaan perahu sebagai sarana penyeberangan dinilai cukup menyulitkan.

“Saya berharap jembatan permanen itu segera dibangun, karena jembatan yang rubuh ini sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga,” bebernya.

Keluhan serupa disampaikan Hamdan, warga lain yang harus menyeberang sungai menggunakan perahu untuk bekerja.

“Kalau mau kerja sekarang sudah,” keluhnya.

Ia menyebut keterbatasan jumlah perahu membuat warga harus mengantre, terutama pada jam sibuk saat warga berangkat kerja dan anak-anak menuju sekolah.

“Serba bingung sekarang,” ucapnya.

Ratusan KK Terdampak

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengungkapkan bahwa hingga kini warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan masih terputus dari akses darat akibat ambruknya jembatan penghubung tersebut. Dalam kondisi ini, getek menjadi satu-satunya sarana transportasi warga.

“Ya, kalau kondisi warga sekarang sih ya masih terisolir ya. Artinya kalau mereka harus keluar itu menggunakan jasa getek itu,” kata Pilus kepada wartawan.

Ia menjelaskan, warga harus mengeluarkan biaya setiap kali menyeberang sungai untuk beraktivitas.

“Satu jalan 2.000. PP 4.000 kan kasihan juga,” ujarnya.

Menurutnya, jembatan yang roboh merupakan akses vital dan satu-satunya penghubung dalam satu wilayah RW yang terbelah oleh Sungai Beringin.

“Itu akses satu-satunya yang membelah. Sebetulnya satu wilayah RW. Satu RW hanya yang 4 RT ada di sana. Di timur sungai, yang 5 RT ada di barat sungai,” tuturnya.

Ia menyebut ratusan kepala keluarga terdampak langsung akibat putusnya jembatan tersebut.

“Di sana 4 RT itu kira-kira ya ada sekitar 200-an KK lah, 150 sampai 200 KK,” kata Pilus.

Melihat kondisi itu, ia mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera turun tangan memberikan solusi.

“Kami dorong, kami mohon kepada BPWS. Untuk bisa segera memberikan solusi agar warga bisa melakukan aktivitas kesehariannya seperti biasa,” ujarnya.

Pilus juga mengingatkan potensi risiko keselamatan warga, terutama di tengah musim hujan dengan debit sungai yang tidak menentu.

“Itu yang dikhawatirkan. Kalau tiba-tiba mau nyebrang, hujannya yang dari atas ini tinggi, apa enggak beresiko terjadi korban,” katanya.

TAGGED:banjir SemarangJembagan Mangkang AmbrukMangkang Wetan Terisolir
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Terisolir Usai Jembatan Ambruk, Warga Mangkang Wetan Kota Semarang Bertahan dengan Getek Kamis, 22 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Semarang, PMI Kerahkan Posko 24 Jam Kamis, 22 Jan 2026
  • Normalisasi Jalur Pekalongan–Sragi Terus Dikebut, Kecepatan KA Masih 40 Km/Jam Kamis, 22 Jan 2026
  • Sidang Kasus Asusila AI Mahasiswa Undip Digelar Tertutup: Kuasa Hukum Korban Kecewa, Transparansi Dipertanyakan Kamis, 22 Jan 2026
  • Bahlil Merasa Gagal Jadi Menteri Jika Masih Ada Desa di Indonesia Belum Berlistrik Kamis, 22 Jan 2026
  • Persis Solo Perkuat Skuad dengan Pemain Serbia, Miroslav Maricic Siap Dongkrak Lini Tengah Kamis, 22 Jan 2026
  • Mentan Ancam Hukuman Tegas Pedagang Sapi yang Naikkan Harga, Satgas Turun Selidiki Permainan Daging Kamis, 22 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Semarang, PMI Kerahkan Posko 24 Jam

Kamis, 22 Jan 2026
Semarang

Potensi Besar Tak Tergarap, DPRD Nilai Pendapatan Sektor Parkir Kota Semarang Masih Minim

Kamis, 22 Jan 2026
Semarang

Wajah Baru Jembatan Persen Semarang: Jadi Penghubung Strategis Kampus Unnes-Undip

Rabu, 21 Jan 2026
Semarang

Pemkot Semarang Catat Penurunan Stunting 4,27 Persen dan Capaian UHC 100 Persen

Selasa, 20 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?