Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Meski Terganggu Bencana dan Hama, Jateng Mampu Produksi 11,36 Juta Ton Gabah
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Meski Terganggu Bencana dan Hama, Jateng Mampu Produksi 11,36 Juta Ton Gabah

By Lu'luil Maknun
Senin, 01 Des 2025
Share
2 Min Read
SHARE

INDORAYA – Di tengah gangguan bencana dan hama, produktivitas pertanian di Jawa Tengah (Jateng) tetap menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, sektor pertanian Jateng mampu memproduksi sebanyak 11,36 juta ton gabah.

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) memastikan produksi pangan di provinsi ini tetap aman sepanjang 2025 meski di sejumlah wilayah mengalami banjir hingga lonsor.

Kepala Distanbun Jateng, Defransisco Dasilva Tavares menyebut, tingkat kehilangan produksi akibat dampak perubahan iklim (DPI) maupun organisme pengganggu tumbuhan (OPT) berada di kisaran maksimal 2 persen dari total produksi.

“Kita selalu memantau dua hal, yaitu dampak perubahan iklim dan organisme pengganggu tumbuhan. Dari hasil pemantauan itu, total produksi yang menjadi puso atau gagal panen hanya sekitar 2 persen dari total produksi,” ujarnya usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Hotel Gumaya Semarang, Jumat (28/11/2025) malam.

Menurutnya, angka tersebut masih tergolong aman dan tidak mengganggu capaian produksi tahun ini. Sampai 2025, Jawa Tengah telah mencatat 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP). Dengan kehilangan di bawah 2 persen, provinsi ini tetap berada pada kondisi surplus.

Berdasarkan data Distanbun Jateng, wilayah Pantura menjadi daerah yang paling rawan terdampak ketika curah hujan tinggi karena merupakan langganan banjir. Hal ini diperparah oleh kondisi lingkungan serta degradasi lahan yang memicu sedimentasi sungai.

“Kondisi lingkungan di daerah transisi mengalami degradasi lahan sehingga menyumbang sedimentasi di sungai-sungai. Ini membuat aliran air ke bawah terhambat,” jelas Defransisco.

Meski begitu, kata dia, tahun 2025 relatif tidak ada bencana besar yang berdampak signifikan.

“So far maksimal kehilangan tetap di kisaran 2 persen, baik akibat banjir maupun serangan OPT,” tambahnya.

Tantangan terbesar ke depan tetap berasal dari faktor iklim. Frans mencontohkan fenomena kemarau basah tahun ini yang tidak terprediksi, di mana ketersediaan air melimpah sepanjang tahun. Kondisi tersebut dapat berbalik menjadi musim kering panjang pada tahun berikutnya.

“Oleh karena itu kami menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari memaksimalkan lahan, menjaga jaringan irigasi, hingga memastikan sumber air tersedia untuk area pertanaman,” tandasnya.

TAGGED:Berita Jateng Terbarudistanbun jatengProduksi Padi di JatengProduksi padi Jatengswasembada pangan Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026
  • PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?