Ad imageAd image

Bila Tak Kooperatif, Kejagung Ancam Jemput Paksa Bos Sriwijaya Air Tersangka Korupsi Timah

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 908 Views
2 Min Read
Kejaksaan Agung (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Kejaksaan Agung mengancam bakal menjemput paksa bos Sriwijaya Air Hendry Lie bila tidak kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan di kasus korupsi tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah tahun 2015-2022.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kuntadi mengatakan langkah itu bakal diambil pihaknya lantaran Hendry selaku tersangka telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

“Terhadap tersangka HL, nanti kita tunggu. Yang jelas kita sudah lakukan pemanggilan. Sejauh ini sudah dua kali pemanggilan,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (29/5/2024).

BACA JUGA:   Kejagung Sebut Tersangka Korupsi Timah Bakal Ganti Rugi Negara Rp300 Triliun

“Kalau sudah tiga kali (mangkir) akan ada upaya pemanggilan paksa oleh penyidik,” imbuhnya.

Sebelumnya Kejagung telah menetapkan Hendry selaku Beneficiary Owner dari PT TIN dan adiknya Fandy Lingga selaku Marketing PT TIN sebagai tersangka dalam kasus korupsi timah.

Hendry dan Fandy disebut berperan dalam pengondisian pembiayaan kerja sama penyewaan alat peleburan timah. Keduanya pun membuat dua perusahaan boneka untuk kegiatan seolah-olah aktivitas tambang tersebut.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Kejagung belum menahan Hendry Lie. Pada saat penetapan tersangka, Hendry urung ditahan dikarenakan faktor kesehatan.

BACA JUGA:   Kejagung Telah Periksa 187 Saksi Terkait Kasus Korupsi Timah

Pihak Sriwijaya Air merepons penetapan Hendry Lie sebagai tersangka menyatakan bahwa perusahaan tidak ada kaitannya dengan kasus yang diusut Kejaksaan Agung.

“Pada prinsipnya, kami menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Namun demikian, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan PT Sriwijaya Air selaku entitas bisnis yang berbeda,” kata Corporate Communication Sriwijaya Air Group Zaidan Ramli dalam keterangan resmi, Selasa (30/4/2024).

Share this Article