Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Anggota DPD Minta Sektor Pendidikan Tak Jadi Korban Kebijakan Efisiensi Anggaran
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Parlemen

Anggota DPD Minta Sektor Pendidikan Tak Jadi Korban Kebijakan Efisiensi Anggaran

By Athok Mahfud
Rabu, 12 Feb 2025
Share
2 Min Read
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jawa Tengah, Muhdi. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Muhdi, meminta sektor pendidikan tidak menjadi korban dari kebijakan efisiensi anggaran Presiden RI Prabowo Subianto untuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI tersebut menekankan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tidak hanya difokuskan untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Muhdi berkata, Prabowo telah meneken Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2025.

Pada Inpres terdapat pemangkasan anggaran pemerintah sebesar Rp306,69 triliun untuk APBN dan APBD tahun anggaran 2025. Rinciannya, anggaran kementerian atau lembaga harus dihemat Rp 256,1 triliun sedangkan transfer ke daerah dipangkas Rp 50,59 triliun.

“Kalau efisensi ini dilakukan maka harus dialihkan atau penggunaanya dimanfaatkan betul untuk upaya-upaya mengoptimalisasi capaian, misalkan di pembangunan sumber daya manusia (SDM) misal di pendidikan,” katanya, saat dihubungi wartawan, belum lama ini.

Pemangkasan anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan untuk program prioritas pemerintah. Seperti makan bergizi gratis (MBG), swasembada pangan, serta swasembada energi.

Pihaknya mendukung penuh adanya efisiensi tersebut, namun sasarannya juga harus di semua sektor. Sebab anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia serta Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi turut terdampak.

“Pasti kita mendukung kebijakan presiden tentang efisiensi anggaran baik di kementerian, lembaga dan pemerintah daerah,” kata Muhdi.

“Tetapi efisiensi pada kementerian lembaga dan Pemda hendaknya tidak hanya untuk MBG tapi juga untuk mengangkat semua Non ASN menjadi ASN PPPK penuh waktu,” imbuh Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah itu.

Adapun berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD), jumlah tenaga Non ASN di Jateng ada 14.348. Sebab itu anggaran Rp 306 dinilai mampu untuk mengangkat tenaga honorer menjadi ASN PPPK penuh waktu.

“Untuk itu kami mendesak agar efesiensi benar benar digunakan untuk optimalisasi pengangkatan semua pegawai Non ASN menjadi ASN PPPK penuh waktu sesuai amanah UU ASN, khususnya untuk guru tenaga kependidikan dan kesehatan,” tandas Ketua PGRI Jawa Tengah tersebut.

TAGGED:Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Muhdiefisiensi anggaranMakan Bergizi Gratis (MBG)
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • OTT KPK di Pati, Bupati Sudewo Diduga Patok Tarif Jabatan di Pemerintahan Desa Selasa, 20 Jan 2026
  • Bupati Pati Ditangkap KPK, Pemprov Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan Selasa, 20 Jan 2026
  • Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Meski Cuaca Ekstrem Selasa, 20 Jan 2026
  • Tanggapi OTT Bupati Pati, Wagub Jateng Dukung KPK Tegakkan Hukum Selasa, 20 Jan 2026
  • Tembus Rp5,81 Triliun, Realisasi Pendapatan Kota Semarang 2025 Tak Mencapai Target Selasa, 20 Jan 2026
  • Minimalisir Kecelakaan Warga, 528 Lampu Jalan Umum Dipasang di Rembang Selasa, 20 Jan 2026
  • Bajaj Hadirkan Senyum Anak Difabel Lewat Transportasi Inklusif di Semarang Selasa, 20 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Satgas MBG Jateng Evaluasi SOP Buntut Kasus Keracunan Ratusan Siswa Grobogan

Kamis, 15 Jan 2026
Jateng

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, Pemprov Jateng Turun Tangan

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

SPPG Masaran Gebang 4 Sragen Siap Layani 1.732 Penerima MBG dari 24 Sekolah

Kamis, 08 Jan 2026
Daerah

MBG di Pekalongan Jangkau 64 Ribu Orang, 22 Dapur Beroperasi Kantongi SLHS

Kamis, 08 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?