Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Sejarah Nasional Edisi Baru Disiapkan, Dosen UGM: Kurikulum dan Cara Pandang Sejarah Berpeluang Berubah
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

Sejarah Nasional Edisi Baru Disiapkan, Dosen UGM: Kurikulum dan Cara Pandang Sejarah Berpeluang Berubah

By Redaksi Indoraya
Selasa, 06 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi anak belajar sejarah. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Hadirnya buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global menandai babak baru penulisan sejarah nasional Indonesia. Pakar sekaligus editor buku tersebut, Agus Suwignyo dan Sarkawi, menilai publikasi ini berpotensi membawa penyesuaian terhadap kurikulum pelajaran sejarah di sekolah, mengingat buku sejarah nasional selama ini menjadi rujukan utama pembelajaran.

Menurut Agus, perubahan materi sejarah tidak akan diterapkan secara instan, melainkan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan. Buku sejarah nasional baru yang disusun dalam 10 jilid itu menghadirkan sejumlah perspektif dan temuan sejarah yang sebelumnya belum banyak dikenalkan kepada siswa.

“Pasti akan ada perubahan, pelan-pelan secara bertahap. Siswa perlu mengetahui pengetahuan sejarah yang belum pernah diperkenalkan sebelumnya,” tutur Agus yang juga dosen Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (6/1/2026).

Buku tersebut resmi diluncurkan Kementerian Kebudayaan pada 14 Desember 2025, sekaligus menjadi dasar penetapan tanggal tersebut sebagai Hari Sejarah Nasional atas usulan para sejarawan Indonesia. Karya kolaboratif ini melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga non-perguruan tinggi, dengan Agus Suwignyo bertindak sebagai editor struktur jilid V.

Jilid V secara khusus mengulas dinamika Indonesia pada abad ke-19. Agus menyebut pembaca akan diajak melihat sejarah dari sudut pandang yang lebih luas, terutama terkait perkembangan pengetahuan, infrastruktur, dan hukum pada periode tersebut.

Di tengah perhatian publik yang cukup besar, kemunculan buku sejarah nasional terbaru ini juga memunculkan kekhawatiran akan perubahan narasi terhadap tokoh atau peristiwa tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Agus menekankan pentingnya membaca buku secara utuh dan komprehensif, bahkan membandingkannya dengan buku sejarah nasional sebelumnya agar pemahaman tidak terpotong.

Ia justru berharap kehadiran buku ini menjadi pemantik dialog kritis di ruang publik, baik di kalangan akademisi, komunitas, maupun satuan pendidikan, sehingga sejarah Indonesia dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

“Saya pribadi akan senang, nanti peluncuran ini akan memancing diskusi-diskusi di ruang publik, di komunitas-komunitas, di perguruan tinggi, di sekolah mengenai sejarah Indonesia,” katanya.

Dalam peluncuran buku tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menjelaskan bahwa buku sejarah nasional edisi terbaru ini merevisi narasi lama mengenai Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Buku ini, kata dia, tidak semata menekankan aspek penjajahan, tetapi lebih menonjolkan bentuk-bentuk perlawanan masyarakat Indonesia di berbagai daerah.

TAGGED:buku sejarah baru indonesiapelajaran sejarah di sekolahSejarah indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Metro Park View Kota Lama Buka Lembaran Baru, Ninik Haryanti Resmi Jadi General Manager Kamis, 08 Jan 2026
  • DPRD Semarang Tanggapi Polemik Hidran Tercor di Pedurungan; Jangan Tunggu Viral Baru Kerja Kamis, 08 Jan 2026
  • Honorer Resmi Dihapus 2026, BKN Buka Peluang Daerah Ajukan Rekrutmen PPPK Isi Berita  Kamis, 08 Jan 2026
  • Pendapatan Wisata Jateng Lampaui Bali, Ahmad Luthfi Fokus Garap Wisata Ramah Muslim Kamis, 08 Jan 2026
  • Pendapatan Wisata Jateng Tertinggi Nasional, Capai Rp2,77 Triliun pada 2024 Kamis, 08 Jan 2026
  • Lonjakan Cabai Rawit Tekan Inflasi Jateng, Kota Semarang Tertinggi Sepanjang 2025 Kamis, 08 Jan 2026
  • Enam Kecamatan di Semarang Masuk Zona Merah Longsor, DPRD Desak Audit Infrastruktur Kamis, 08 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Honorer Resmi Dihapus 2026, BKN Buka Peluang Daerah Ajukan Rekrutmen PPPK Isi Berita 

Kamis, 08 Jan 2026
Pendidikan

Era Baru Untag Semarang: Prof. Suparjo Tancap Gas, Buka Prodi Baru hingga Bidik Mahasiswa Asing

Rabu, 07 Jan 2026
Pendidikan

Rektor Unwahas Semarang Lantik Pengurus Ormawa, Dorong Mahasiswa Jadi Pionir Moderasi dan Prestasi

Rabu, 07 Jan 2026
Pendidikan

Undip Terjunkan 2.102 Mahasiswa KKN, Rektor Minta Jaga Etika dan Hormati Budaya Lokal

Rabu, 07 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?