Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Pendapatan Wisata Jateng Tertinggi Nasional, Capai Rp2,77 Triliun pada 2024
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
EkonomiGaya Hidup

Pendapatan Wisata Jateng Tertinggi Nasional, Capai Rp2,77 Triliun pada 2024

By Lu'luil Maknun
Kamis, 08 Jan 2026
Share
4 Min Read
Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi. (Foto: Lu'luil Maknun)
SHARE

INDORAYA – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan pendapatan tertinggi dari sektor daya tarik wisata komersial secara nasional pada 2024. Berdasarkan rilis CNBC Indonesia Research yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan pariwisata Jateng mencapai Rp2,77 triliun.

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Disporapar Jateng, Muhammad Masrofi, menilai data tersebut menjadi referensi penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam melihat arah perkembangan pariwisata nasional.

“Kami mengapresiasi CNBC Indonesia Research yang telah merilis data pendapatan objek daya tarik wisata komersial tahun 2024 berdasarkan publikasi BPS. Data ini sangat berharga untuk memahami dinamika pariwisata nasional sekaligus mendorong sinergi antarprovinsi,” ujar Masrofi.

Ia menyebut, capaian pendapatan tertinggi secara nasional menjadi kabar positif bagi Jawa Tengah. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jateng berada pada jalur yang tepat.

“Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pendapatan tertinggi, yaitu Rp2,77 triliun pada 2024, tentu sangat menggembirakan. Ini memvalidasi bahwa pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah sudah on the right track, melalui ekosistem destination system yang inklusif dan melibatkan masyarakat serta UMKM,” jelasnya.

Masrofi menambahkan, capaian tersebut sejalan dengan visi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menempatkan Jawa Tengah sebagai Provinsi Ekonomi Kreatif serta menargetkan 2027 sebagai tahun pariwisata.

Data BPS dan Disporapar Jateng periode 2023–2025 juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata di Jawa Tengah mencapai 69,48 juta kunjungan, termasuk 593.168 wisatawan mancanegara.

Sementara perjalanan wisatawan nusantara tujuan Jateng tercatat 146,84 juta perjalanan atau meningkat 26,33 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata, khususnya subsektor penyediaan akomodasi dan makan minum, mencapai 10,03 persen pada 2024. Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan jumlah hotel bintang menjadi 396 unit dan hotel nonbintang sebanyak 1.892 unit, disertai tingkat penghunian kamar yang relatif stabil.

“Nilai tambah ekonomi kreatif Jawa Tengah juga terus tumbuh. Pada semester I 2025, ekspor produk ekonomi kreatif Jateng mencapai Rp53 triliun, peringkat kedua nasional, serta investasi sektor ekonomi kreatif sebesar Rp11,45 triliun atau peringkat ketiga nasional,” ungkap Masrofi.

Ia menilai, daya saing pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah semakin kuat dengan dukungan 1.626 daya tarik wisata yang tersebar merata di 35 kabupaten/kota pada 2025, aksesibilitas yang kian prima, serta amenitas dan atraksi wisata yang terus berkembang.

Jawa Tengah juga tercatat memiliki 12 kabupaten/kota kreatif, terbanyak di Indonesia. Selain itu, Pemprov Jateng berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan sesuai RPJMD 2025–2029 dan rencana strategis dinas terkait.

Salah satu target utama adalah pengembangan hingga 1.000 desa wisata sampai 2029, disertai pelatihan konten kreator desa wisata, penguatan ekonomi kreatif tingkat kecamatan, serta fasilitasi pembiayaan dan hilirisasi produk unggulan.

“Data positif ini semakin menyemangati kami untuk terus berinovasi. Kami optimistis Jawa Tengah dapat berkontribusi lebih besar bagi target nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Masrofi.

TAGGED:Berita Jateng Terkinipendapatan wisata JatengPendapatan Wisata Jateng TertinggiWisata Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Menkeu Pastikan Dana Daerah Terdampak Bencana di Sumatra Tetap Utuh, Tak Dipotong Tahun Ini

Senin, 12 Jan 2026
Ekonomi

Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Strategi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Era Prabowo

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Banjir Hambat Arus Pantura Kudus–Pati, Jalur Padat Kendaraan Sempat Tersendat

Senin, 12 Jan 2026
Ekonomi

Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Tembus Rp132 Triliun, OJK Soroti Lonjakan Kredit Macet

Minggu, 11 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?