INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu sektor pariwisata sebagai penggerak utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai penguatan destinasi wisata menjadi langkah strategis seiring capaian pendapatan pariwisata Jateng yang berhasil melampaui Bali sepanjang 2024.
Berdasarkan data yang beredar, pendapatan pariwisata Jawa Tengah pada 2024 mencapai Rp2,77 triliun, lebih tinggi dibandingkan Bali yang tercatat sebesar Rp2,56 triliun. Jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng pun menembus angka 69,48 juta orang.
“Memang kita salah satu untuk menaikkan PAD APBD kita, di antaranya dengan memperkuat dan memperbanyak wisata,” ujar Ahmad Luthfi saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, Jawa Tengah memiliki modal kuat berupa kawasan aglomerasi wisata yang saat ini terus dikembangkan, seperti Kopeng, Borobudur, dan Rawa Pening. Selain itu, terdapat sekitar seribu desa wisata yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah kabupaten dan kota.
“Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawa Pening. Kita punya seribu desa wisata. Para bupati wali kota sudah membuat SK untuk menunjuk desa wisata,” jelasnya.
Pengembangan desa wisata tersebut dilakukan secara bertahap. Menurut Luthfi, destinasi wisata akan dimulai dari skala lokal, kemudian ditingkatkan menjadi tujuan wisata antardaerah, hingga berorientasi internasional.
“Satu wisata lokal bisa, kemudian kalau itu sudah naik kelas bisa wisata antardaerah bahkan ke internasional,” katanya.
Selain mengandalkan wisata alam, Pemprov Jateng juga memperluas pengembangan ke sektor wisata kuliner, budaya, dan wisata ramah muslim. Letak Jawa Tengah yang berada di jantung Pulau Jawa dinilai menjadi nilai tambah dalam menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Yang tidak kalah pentingnya kita juga akan mendorong wisata kuliner, kemudian wisata yang ramah muslim, wisata budaya. Sehingga Jawa Tengah menjadi destinasi wisata berdasarkan letak strategis, karena Jawa Tengah di tengah-tengah Pulau Jawa,” tambah Luthfi.
Ketika ditanya mengenai fokus utama pengembangan ke depan, Gubernur menegaskan bahwa wisata ramah muslim menjadi salah satu segmen unggulan yang akan terus diperkuat.
“Iya, itu (wisata) ramah muslim,” pungkasnya.


