Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Realisasi PKB Jateng Tembus Rp3,96 Triliun, Meski Dihantui Penurunan BBNKB
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Realisasi PKB Jateng Tembus Rp3,96 Triliun, Meski Dihantui Penurunan BBNKB

By Lu'luil Maknun
Rabu, 07 Jan 2026
Share
3 Min Read
Kepala Bidang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Badan Pendapatan Daerah Jawa Tengah, Danang Wicaksono. (Foto: Lu'luil Maknun/INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah mencatat realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2025 mencapai Rp3,960 triliun atau setara 95,31 persen dari target Rp4,155 triliun. Capaian tersebut diperoleh di tengah tantangan penurunan signifikan penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) akibat melemahnya penjualan kendaraan baru.

Kepala Bidang PKB Bapenda Jawa Tengah, Danang Wicaksono, menjelaskan bahwa realisasi PKB tersebut murni berasal dari penerimaan tanpa skema opsen.

“Yang berhasil kita kumpulkan murni tanpa opsen itu sebesar Rp3,960 triliun. Dari target Rp4,155 triliun, artinya tercapai 95,31 persen,” ujar Danang saat ditemui di kantornya, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, ia mengakui penerimaan BBNKB mengalami penurunan cukup tajam. Dari target Rp2,5 triliun, realisasi hanya mencapai Rp1,741 triliun atau mengalami defisit sekitar Rp787 miliar.

“Yang drop cukup dalam itu BBNKB. Karena pembelian kendaraan baru turun, dampaknya PKB tahun pertamanya juga tidak tercapai,” jelasnya.

Menurut Danang, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, melainkan secara nasional seiring melemahnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

“Pembelian kendaraan bermotor se-Indonesia turun semua. Ini murni karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung seperti yang kita harapkan,” tambahnya.

Di tengah tekanan tersebut, Danang menilai keputusan Jawa Tengah untuk tidak memberikan diskon opsen PKB menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pendapatan daerah. Ia membandingkan dengan sejumlah provinsi lain yang memberikan diskon dan justru mengalami penurunan penerimaan signifikan.

“Beberapa provinsi memberikan diskon opsen. Dampaknya kelihatan. Jawa Timur realisasinya turun sampai 66,24 persen dibanding tahun sebelumnya. DKI Jakarta bahkan turun 78,36 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Jawa Tengah dinilai masih mampu menjaga alokasi pendapatan untuk pembangunan di level yang relatif aman.

“Artinya kita tekor sekitar 18 persen, tapi masih bisa menjaga ruang fiskal pembangunan,” tegas Danang.

Ia menambahkan, kebijakan tidak memberikan diskon opsen diambil untuk menjaga kesinambungan belanja pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kalau opsen dikembalikan semua ke masyarakat lewat diskon, dampaknya pembangunan bisa terganggu. APBD kabupaten/kota juga bisa ikut terhambat karena alokasinya sudah dipotong dari awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Danang menegaskan bahwa kebijakan tersebut justru diarahkan untuk memperkuat struktur fiskal pemerintah daerah.

“Kami ingin mendorong kebijakan pusat agar APBD kabupaten/kota lebih kuat. Harapannya pembangunan di daerah juga semakin optimal,” pungkasnya.

TAGGED:BBNKB JatengPKB Jateng Tembus Rp3.96 Triliun
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Metro Park View Kota Lama Buka Lembaran Baru, Ninik Haryanti Resmi Jadi General Manager Kamis, 08 Jan 2026
  • DPRD Semarang Tanggapi Polemik Hidran Tercor di Pedurungan; Jangan Tunggu Viral Baru Kerja Kamis, 08 Jan 2026
  • Honorer Resmi Dihapus 2026, BKN Buka Peluang Daerah Ajukan Rekrutmen PPPK Isi Berita  Kamis, 08 Jan 2026
  • Pendapatan Wisata Jateng Lampaui Bali, Ahmad Luthfi Fokus Garap Wisata Ramah Muslim Kamis, 08 Jan 2026
  • Pendapatan Wisata Jateng Tertinggi Nasional, Capai Rp2,77 Triliun pada 2024 Kamis, 08 Jan 2026
  • Lonjakan Cabai Rawit Tekan Inflasi Jateng, Kota Semarang Tertinggi Sepanjang 2025 Kamis, 08 Jan 2026
  • Enam Kecamatan di Semarang Masuk Zona Merah Longsor, DPRD Desak Audit Infrastruktur Kamis, 08 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Kasus Superflu di Jateng Belum Ditemukan, Warga Diminta Terus Jaga Imunitas

Kamis, 08 Jan 2026
Jateng

Produksi Padi Jateng 2025 Tembus 11,36 Juta Ton, Tahun Ini Naik 5,5 Persen

Kamis, 08 Jan 2026
Jateng

Cerita Anak Transmigran Asal Jateng Sukses Jadi Kepala Daerah di Lampung

Kamis, 08 Jan 2026
Daerah

SPPG Masaran Gebang 4 Sragen Siap Layani 1.732 Penerima MBG dari 24 Sekolah

Kamis, 08 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?