Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Produksi Padi Jateng 2025 Tembus 11,36 Juta Ton, Tahun Ini Naik 5,5 Persen
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Produksi Padi Jateng 2025 Tembus 11,36 Juta Ton, Tahun Ini Naik 5,5 Persen

By Redaksi
Kamis, 08 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi para petani sedang menanam padi bersama-sama di sawah. (Foto: Meta AI)
SHARE

IINDORAYA – Produksi padi di Jawa Tengah pada 2025 menembus angka 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP). Capaian tersebut menjadi dasar optimisme Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong peningkatan produksi pada 2026 hingga 5,5 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebutkan, produksi padi Jateng pada 2025 setara dengan 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG). Dengan capaian itu, Jawa Tengah tetap menjadi salah satu provinsi penyangga utama pangan nasional.

“Produksi itu kami perkirakan bisa meningkat 5,5% pada tahun ini,” tuturnya, seusai mengikuti acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subiyanto secara daring, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026).

Menurut Frans, kontribusi Jawa Tengah terhadap kebutuhan pangan nasional berada di kisaran 15 hingga 16 persen. Angka tersebut menempatkan Jateng sebagai salah satu daerah kunci dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

“Apa yang disampaikan Pak Presiden tadi capaiannya jelas, kontribusi kita sampai dengan 15%. Bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Optimisme peningkatan produksi pada 2026, kata Frans, ditopang oleh target produksi gabah kering panen yang dipasang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“GKP kita pasang di tahun depan sebanyak 12 juta ton. Otomatis ini kalau kita tercapai, bisa lebih tinggi dari Jawa Barat, dan Jawa Timur,” tuturnya.

Selain padi, Jawa Tengah juga mencatat surplus pada sebagian besar komoditas pangan strategis. Dari sembilan komoditas utama yang menjadi indikator, hanya kedelai yang belum mencapai kondisi surplus. Komoditas tersebut meliputi padi, jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao, dan kedelai.

Meski demikian, Frans menegaskan, produksi kedelai di Jawa Tengah tetap menjadi yang tertinggi secara nasional. Tidak tercapainya surplus disebabkan oleh karakteristik kedelai yang memerlukan kondisi tanam khusus.

“Untuk petani yang belum pengalaman, tetap harus ada pendampingan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengalokasian APBD untuk infrastruktur pertanian dan penguatan kelembagaan petani.

“Kami ingin petani makin sejahtera dan masyarakat bisa menikmati hasil pertanian dengan harga yang baik. Ketahanan pangan tidak bisa dijaga tanpa kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan petani,” ucapnya beberapa waktu lalu.

TAGGED:Ketahanan Pangan JatengProduksi padi Jatengswasembada pangan Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Jepara Kucurkan Rp7,7 Miliar Alsintan untuk Petani, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, Pemprov Jateng Turun Tangan

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

Bus DAMRI Karimunjawa Jepara Resmi Beroperasi Tahun Ini, Tarif Rp7.000 Per Orang

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?