Ad imageAd image

Program PekaKota Institute 2024 Hadirkan Narasumber Kondang, Mulai Sastrawan, Akademisi, Hingga Politisi

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 88 Views
5 Min Read
Program PekaKota Institute 2024 Kolektif Hysteria yang digelar di Grobak Art Kos Hysteria, Jalan Stonen No. 29, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Kota Semarang.

INDORAYA – Program PekaKota Institute kembali digelar pada tahun 2024 ini. Kolektif Hysteria selaku penyelenggara acara menghadirkan sejumlah narasumber kondang, mulai dari sastrawan, akademisi, konten kreator, pengusaha, hingga politisi.

PekaKota Institute 2024 dibuka pada 25 April 2024 di Grobak Art Kos Hysteria, Jalan Stonen No. 29, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Kota Semarang. Program ini akan berlangsung hingga tanggal 6 Juni 2024.

Direktur Kolektif Hysteria, Ahmad Khairudin mengatakan, pada pembukaan, kelas PekaKota Institue 2024 diisi oleh Hamento Kusuma Widjaja alias Marco Kusumawijaya. Marco memaparkan materi terkait Dinamika Pengetahuan Perkotaan.

Adin, sapaan akrabnya mengatakan, PekaKota Institute 2024 menghadirkan sejumlah nama beken yang akan menjadi pemateri. Misalnya musisi kelas atas seperti Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca, hingga penulis filsafat, Martin Suryajaya.

“Kebanyakan memang kenal dan jejaring kami, termasuk Mas Cholil yang ternyata bisa mengisi kelas nantinya. Terus ada juga Mas Martin, ada Mas Samuel Wattimena, Arief Yudi dari JAF, Tanto Mendut, Puthut EA dan masih banyak lagi,” katanya.

BACA JUGA:   Cuaca Ekstrem di Masa Lebaran, BPBD Semarang Minta Pemudik Selalu Waspada

PekaKota Institute pertama kali digagas pada tahun 2021 silam sebagai salah satu program di bawah platform Pekakota dari Kolektif Hysteria, Semarang.

Nella A. Siregar selaku Project Manager atau Head of Program PekaKota Institute 2024 menyebut, jika program ini bertujuan memberikan pantikan dan ruang braingstorming terkait isu kota.

Sebab, selain adanya materi yang diberikan di dalam kelas, para peserta nanti akan diberikan kesempatan untuk mendistribusikan keilmuannya dengan terjun langsung dalam prototip program.

Prototip program itu berbentuk kerja bersama dengan para warga di masing-masing kampung kota yang telah lama menjadi jejaring Kolektif Hysteria.

“Makanya, kami selalu berusaha memberikan pemateri yang berkualitas dari berbagai latar belakang keilmuan, untuk memberikan kebebasan bagi para peserta dalam mengembangan ide dan gagasannya tekait wacana kota,” papar Nella.

Dari sana, Nella berharap bahwa para peserta kelas nantinya bisa memanfaatkan secara maksimal, pertemuan-pertemuan dengan para pemateri sebagai ajang diskusi dan pemantik ide.

“Karena memang pendekatakan PekaKota adalah seni dan budaya, memang mayoritas kita akan praktik di lapangan melalui tapping program Hysteria lain, seperti jejarang kampung,” kata Nella.

BACA JUGA:   5 WNA di Semarang Dideportasi, 8 Lainnya Masih Tunggu Proses Pemulangan

“Di sana para peserta diberikan ruang untuk mengekspolarasi pengetahuan tentang isu kota, serta materi yang didapatkan dari kelas,” imbuhnya.

PekaKota Institute 2024 dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis dari 24 April sampai dengan 6 Juni 2024. Setiap hari ada dua sesi yang diisi oleh dua pemateri berbeda. Pada tahun ini diisi oleh 24 peserta kelas dengan 38 pemateri.

Di antara sejumlah pemateri yakni Marco Kusumawijaya (urbanis dan pendiri RCUS), Grace Samboh (Hyphen), Arief Yudi(Jatiwangi Art Factory), Kimung (periset Metal Bandung), Puthut EA (Mojokdotco), Martin Suryajaya (Youtuber), Taufiq Rahzen (budayawan).

Kemudian Joko Avianto (seniman), FJ Kunting (performer), Humam Zidni (pilot drone), M. Arif Budiman (editor konten), Adin (Komite Ekraf Jateng), Aryo Danusiri (antropolog UI), Tanto Mendut (Festival Lima Gunung), Ika Vantiani (aktivis/seniman kolase).

Selanjutnya Wilma Chrysanti (Lab Tanya), Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), Raudal Tanjung (cerpenis), Samuel Wattimenna (Komentator Dangdut Academy), Wening Nawaruci (Art Society Rural & Interconnection), Alia Swastika (Jogja Biennale), Agus Setio Nugroho (pebisnis alternatif).

BACA JUGA:   Udinus Luncurkan Becak Listrik yang Siap Bawa Wisatawan Keliling Kota Lama Semarang

Ada pula Purna Cipta N (mapper amatir), Rohmad (pegiat kampung), Casytha Kathmandu (anggota DPD RI), Citra Sasmita(seniman), GudRND (pemanfaat limbah), Astrid Widayani (Rektor UNSA), Singgih Kartono (Spedagi), Gunawan Budi Susanto (Kedai Kang Putu).

Pemateri lainnya Lintang Sadono (dosen FISIP Undip), Ade Bakti (mantan Camat Gajahmungkur), Mila Karmilah (Kaprodi PWK Unissula), Eka Handriyana (aktivis lingkungan), Hananingsih Widiasri (Artistic Recorder), Tommy Ari W (art handler), Yuswinardi (founder Hysteria), dan Pujo Nugroho (penulis Merah Hitam anarko Semarang)

Program ini merupakan salah satu agenda rutin dari platform yang ditelurkan oleh Kolektif Hysteria, yakni PekaKota, serta menjadi salah satu rangkaian menuju ulang tahun Hysteria ke-20 tahun.

PekaKota Institute 2024 masuk dalam program Event Strategis Kemendikbudristek melalui hibah Dana Indonesiana. Selain mengikuti kelas rutin, para peserta akan mendapatkan stimulus pendanaan untuk mengeksekusi program di jejaring kampung maupun komunitas di Semarang.

Share this Article
Leave a comment