Ad imageAd image

Masuki Musim Kemarau, Pemkot Semarang Minta Warga Waspadai Dehidrasi

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 865 Views
2 Min Read
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. (Foto: Dok. Pemkot)

INDORAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi dehidrasi selama masuk ke musim kemarau yang ditandai dengan suhu udara yang panas.

“Iya (panas sekali) dan ini tidak hanya di Semarang saja ya,” kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melepas keberangkatan calon jamaah haji seiring ke Tanah Suci, di Semarang, Sabtu (11/5/2024).

Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memastikan asupan cairan yang cukup, terutama air putih, untuk mencegah dehidrasi.

BACA JUGA:   Ratusan Pedagang Ikut Memeriahkan Pasar Dugderan, Catat Jam Operasionalnya

“Ita menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan banyak minum, terutama air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi, yang tidak harus mewah namun kaya gizi,” kata Ita.

Selain itu, untuk Kota Semarang, Ita juga menyoroti perlunya peningkatan penghijauan melalui pembangunan taman-taman kota. Beberapa taman kota baru telah dibangun, termasuk Taman Singosari, Taman Siranda, Taman Nol Kilometer, dan Taman Indonesia Kaya.

“Peningkatan penanaman dan taman di Kota Semarang dapat membantu menurunkan suhu udara sekitar 1-2 derajat Celsius,” jelasnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah secara umum akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2024.

BACA JUGA:   ASN Kota Semarang Wajib Berbusana Muslim Selama Ramadan

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sukasno, menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan dimulai pada pertengahan April 2024, dengan beberapa wilayah seperti bagian selatan Kabupaten Rembang, sebagian Kabupaten Blora, dan Pati diperkirakan masuk kemarau lebih awal.

“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi antara Juli dan Agustus 2024, dengan durasi musim kemarau umumnya berlangsung 4-5 bulan, bahkan bisa mencapai tujuh bulan,” tambahnya.

Sukasno juga menyinggung bahwa suhu permukaan perairan Indonesia diperkirakan akan hangat pada April hingga September 2024, dengan prediksi dimulainya Monsun Australia yang aktif mempengaruhi wilayah Indonesia pada April 2024.

BACA JUGA:   Pemkot Semarang Targetkan Sertifikat Tanah PTSL Tuntas Akhir Tahun 2023

“Pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, masyarakat diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrem,” pungkas dia.

Share this Article
Leave a comment