Ad imageAd image

Viral Siswa SD Muhammadiyah Salatiga Pinik Naik Pesawat Garuda, Ternyata Agenda Tahunan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 867 Views
4 Min Read
Siswa SD Muhammad Plus Kota Salatiga melakukan field trip menggunakan pesawat Garuda Indonesia. (Foto: tangkapan layar instagram @sdmuhuhammadiyahplus_)

INDORAYA – Sebuah video yang menampilkan rombongan siswa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga sedang melaksanakan field trip atau piknik menggunakan pesawat Garuda Indonesia viral di media sosial.

Aktivitas study tourB ini menjadi sorotan karena menggunakan moda transportasi yang tidak biasa bagi siswa SD. Di mana sekitar 184 siswa kelas lima SD Muhammadiyah Plus Salatiga tersebut naik pesawat dengan tujuan ke Jakarta.

Menurut Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidian Non Formal, PD Muhammadiyah Kota Salatiga, Dr Sugiman, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan SD Muhammadiyah Plus Salatiga tiap tahun.

Dia tidak terkejut dengan cara unik yang dilakukan para siswa dari sekolah tersebut. Pasalnya mereka sudah diajarkan menabung sejak kelas satu sebagai persiapan membiayai kegiatan field trip dengan naik pesawat saat menginjak kelas lima.

BACA JUGA:   Bawaslu Jateng Libatkan Media Massa dalam Pengawasan Pemilu 2024

“Acaranya emang disetujui para orang tua sejak siswa masuk kelas satu. Caranya mereka sudah sepakat menabung sedikit-sedikit. Biar nantinya bisa ikut field trip atau acara pengenalan moda transportasi melalui jalur darat dan udara,” katanya saat dihubungi, belum lama ini.

Sugiman menjelaskan, field trip tersebut hanya diikuti siswa kelas lima. Biaya membeli tiket pesawat berasal dari uang tabungan para siswa yang sudah menabung sejak kelas satu. Sehingga masing-masing siswa berhasil mengumpulkan uang bervariasi.

“Tabungannya beda-beda. Mungkin ada setiap bulan rutin, ada yang enggak. Info yang saya dapatkan biaya field trip ke Jakarta sekitar Rp3 juta per orang. Itu uang dari kegiatan siswa. Saya tahu persis soalnya dipamiti oleh pihak sekolahnya,” katanya.

Dia menuturkan, siswa kelas lima SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang mengikuti field trip dibagi dua kelompok. Dari 184 siswa, yang naik pesawat melalui Bandara Ahmad Yani Semarang ada 49 orang. 135 lainnya naik Garuda melalui Bandara Adi Soemarmo Solo.

BACA JUGA:   Dua Orang Santriwati Terjang Banjir di Purwodadi, Terseret dan Hanyut Terbawa Arus

Sugiman menerima informasi jika field trip naik pesawat itu diselenggarakan bersama jasa biro perjalanan wisata. Sehingga ia meluruskan informasi media sosial bahwa SD Muhamamdiyah Plus Salatiga tidak mencarter pesawat.

“Adanya field trip ini Garuda harus tambah jam penerbangan ke Solo. Ya seolah-olah kayak nyarter pesawat. Padahal tidak. Soalnya pakai biro perjalanan wisata dari Garuda,” akunya.

“Siswanya dibagi dua kelompok. Mereka berangkat 24 April pulang tanggal 25 April. Berangkatnya dari bandara Solo (Adi Soemarmo) dan Semarang (Ahmad Yani) jam tujuh pagi. Dan mereka tidak nginap di hotel karena langsung pulang,” kata Sugiman.

BACA JUGA:   Prajurit TNI di Temanggung Meninggal Dunia Saat Patroli Amankan Logistik Pemilu

Untuk lokasi tujuannya, ratusan siswa SD Muhamamdiyah Plus Salatiga itu diajak mengunjungi Dedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Di sana para siswa diberi pengenalan simulasi memimpin sidang paripurna DPR RI.

Perjalanan selanjutnya mengunjungi Masjid Besar Istiqlal Jakarta, lalu ke perpustakaan Dedung MPR RI dan tamasya ke Dufan. Ketika field trip berlangsung, 184 siswa tersebut diberikan pengenalan manfaat pesawat dan kereta api sebagai alat transportasi.

“Dari pihak sekolah juga berikan pembekalan ke anak-anak yang baik teruatama sesibuk apapun anak tidak boleh meninggalkan salat lima waktu. Itu bekalnya. Juga dapat pembekalan empat pilar kebangsaan dan ilmu tentang sidang paripurna DPR,” katanya.

Setelah field trip selesai lalu pulangnya Subuh ke Semarang naik kereta api. Tiba di Semarang mereka juga diajak salat ke Masjid Agung Semarang,” imbuh Sugiman.

Share this Article
Leave a comment