Ad imageAd image

Korban PHK Covid-19, Wanita di Semarang Kini Sukses Bisnis Kue Kering Rumahan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 813 Views
3 Min Read
Niken sedang memperlihatkan kue kering hasil buatannya yang dibantu empat karyawannya, Selasa (26/3/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Siapa sangka imbas pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Pandemi Covid-19 sulit bertahan hidup, justru menjadi lahan pembuka bagi seseorang yang ingin meraih kesuksesan.

Salah satunya dilakukan oleh seorang perempuan bernama Catur Niken Yuniawati yang beralih menjadi wiraswasta. Yakni menekuni bisnis kue kering rumahan yang sudah dilakoni sejak tahun 2022 silam.

Semenjak tidak bekerja dan di rumah saja, Niken tak sengaja melihat status rekannya di media sosial. Rekan Niken tersebut rupanya sedang mempromosikan kue kering jenis nastar di media sosial.

Ternyata, hal itu membuat dirinya termotivasi untuk memulai bisnis. Hingga akhirnya, Niken memilih untuk berjualan kue kering.

Kala itu, dirinya tidak langsung berjualan, melainkan mencari resep melalui internet. Setelah resep didapatkan, Niken memulai untuk membuat kue kering.

BACA JUGA:   Spektakuler Event HUT ke-476 Kota Semarang, Wali Kota Semarang: Bangga dan Senang

Ternyata tak sampai di sini saja, dia masih kurang puas dengan rasa kue kering buatannya. Ini membuatnya terus belajar dan mencari resep yang tepat agar kue keringnya rasanya enak serta bisa dinikmati semua orang.

“Saya dulu karyawati di perusahaan swasta, terkena PHK akibat Covid-19 pada tahun 2020, saya ngganggur dan waktu itu saya melihat status WhatsApp teman yang memposting kue nastar, terus saya kepengin. Lalu saya cari resep di YouTube, kemudian belajar ternyata masih kurang enak. Belajar terus, sampai pada akhirnya menemukan resep yang pas dan spesial,” ungkap Niken saat ditemui di rumahnya, Selasa (26/3/2024).

BACA JUGA:   Inovasi Atasi Stunting di Semarang, Pemkot Integrasikan Rumah Pelita dengan Rumah Sigap

Semangat belajar terus diterapkan oleh Niken setelah jenis kue kering nastar berhasil ditemukan resep yang tepat, ia pun langsung membuat jenis kue kastengel dan jenis lainnya. Prosesnya pun sama, melainkan butuh percobaan hingga lima kali.

Berkat kegigihannya itu, Niken sudah bisa memproduksi sembilan jenis kue kering sesuai resep yang tepat bahkan bisa disebut spesial.

“Setelah itu (berhasil buat nastar), timbul keinginan belajar kue yang lain, yaitu jenis kue kastengel. Sama prosesnya nggak langsung jadi, empat hingga lima kali belajar baru menemukan resep spesial hingga sampai sekarang. Akhirnya sekarang ada sembilan macam kue kering, antara lain nastar, kastangel, sagu keju, putri salju, lidah kucing, semprit, kue kacang, choco chip dan cokelat cornflakes,” jelasnya.

BACA JUGA:   Pemkot Semarang Siap Sukseskan ASEAN Economic Ministers

Akibat uji coba, bisnisnya ini pun berhasil tumbuh dengan memiliki empat orang karyawan yang terdiri dari saudara dan para tetangganya.

“Berawal dari lihat status teman, sampai sekarang malah jadi rezeki. Apalagi momen lebaran ini, Alhamdulillah saya bisa mempekerjakan saudara-saudara dan tetangga, gitu,” imbuh dia.

Bahkan Niken dan empat karyawannya ketiban berkah lantaran permintaan kue kering mendekati lebaran sangat tinggi. Dan mampu memproduksi ratusan toples kue kering.

“Alhamdulillah, pesanan untuk lebaran sudah hampir 600 toples di puasa hari ke 15. Apalagi nanti lebaran kurang 1 minggu, permintaan dari online banyak sekali,” paparnya.

Share this Article
Leave a comment