Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: 14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah Nasional, Pemerintah Perkuat Kesadaran Historiografi Indonesia
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah Nasional, Pemerintah Perkuat Kesadaran Historiografi Indonesia

By Redaksi Indoraya
Selasa, 06 Jan 2026
Share
3 Min Read
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 206/M/2025 yang ditandatangani pada 8 Desember 2025. Penetapan ini menjadi langkah strategis negara dalam memperkuat pemahaman sejarah bangsa yang berakar pada perspektif Indonesia-sentris.

Penetapan Hari Sejarah Nasional tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), organisasi profesi yang menaungi sejarawan, akademisi, peneliti, pendidik sejarah, serta pemerhati sejarah di Tanah Air. MSI sendiri berdiri di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970 dan dikenal aktif mendorong pengembangan ilmu sejarah, pendidikan sejarah, serta peningkatan kesadaran sejarah publik.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa penetapan Hari Sejarah Nasional tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kolektif membangun cara pandang sejarah yang berpusat pada pengalaman bangsa Indonesia. Menurutnya, kebijakan ini sekaligus memperkuat identitas nasional dan memori kolektif masyarakat.

“Penetapan Hari Sejarah merujuk pada peristiwa Seminar Sejarah Nasional yang berlangsung pada 14-17 Desember 1957 di Universitas Gadjah Mada. Pada masa itu, Indonesia yang baru merdeka tengah melakukan konsolidasi nasional sekaligus mulai menuliskan sejarahnya sendiri dengan perspektif Indonesia-sentris,” ujar Fadli dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon saat Soft Launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, Minggu (14/12). Tanggal 14 Desember dipilih karena memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan historiografi nasional.

Pada 14–18 Desember 1957, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menjadi tuan rumah Seminar Sejarah Indonesia pertama. Forum tersebut menjadi titik awal kesadaran para sejarawan nasional untuk melepaskan penulisan sejarah dari sudut pandang kolonial dan menggantinya dengan pendekatan Indonesia-sentris.

Kesadaran historiografis itu kemudian berkembang dalam berbagai diskursus akademik nasional dan melahirkan karya monumental Sejarah Nasional Indonesia sebanyak enam jilid yang terbit pada 1975. Buku tersebut hingga kini menjadi rujukan utama penulisan sejarah nasional dan mencerminkan komitmen bangsa Indonesia dalam menyusun narasi sejarah secara mandiri dan ilmiah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menekankan bahwa penguatan kesadaran sejarah harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan dan simbol kebangsaan.

“Sejarah adalah fondasi. Kehilangan sejarah berarti kehilangan arah kebangsaan. Penetapan Hari Sejarah merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga memori kolektif bangsa,” papar Restu.

TAGGED:14 Desember hari SejarahHari Sejarah NasionalPenetapan Hari Sejarah Nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Metro Park View Kota Lama Buka Lembaran Baru, Ninik Haryanti Resmi Jadi General Manager Kamis, 08 Jan 2026
  • DPRD Semarang Tanggapi Polemik Hidran Tercor di Pedurungan; Jangan Tunggu Viral Baru Kerja Kamis, 08 Jan 2026
  • Honorer Resmi Dihapus 2026, BKN Buka Peluang Daerah Ajukan Rekrutmen PPPK Isi Berita  Kamis, 08 Jan 2026
  • Pendapatan Wisata Jateng Lampaui Bali, Ahmad Luthfi Fokus Garap Wisata Ramah Muslim Kamis, 08 Jan 2026
  • Pendapatan Wisata Jateng Tertinggi Nasional, Capai Rp2,77 Triliun pada 2024 Kamis, 08 Jan 2026
  • Lonjakan Cabai Rawit Tekan Inflasi Jateng, Kota Semarang Tertinggi Sepanjang 2025 Kamis, 08 Jan 2026
  • Enam Kecamatan di Semarang Masuk Zona Merah Longsor, DPRD Desak Audit Infrastruktur Kamis, 08 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Honorer Resmi Dihapus 2026, BKN Buka Peluang Daerah Ajukan Rekrutmen PPPK Isi Berita 

Kamis, 08 Jan 2026
Pendidikan

Era Baru Untag Semarang: Prof. Suparjo Tancap Gas, Buka Prodi Baru hingga Bidik Mahasiswa Asing

Rabu, 07 Jan 2026
Pendidikan

Rektor Unwahas Semarang Lantik Pengurus Ormawa, Dorong Mahasiswa Jadi Pionir Moderasi dan Prestasi

Rabu, 07 Jan 2026
Pendidikan

Undip Terjunkan 2.102 Mahasiswa KKN, Rektor Minta Jaga Etika dan Hormati Budaya Lokal

Rabu, 07 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?