
INDORAYA – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang, Jawa Tengah mengirimkan surat imbauan kepada para pengusaha angkutan, baik angkutan barang maupun penumpang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan transportasi umum, khususnya bus, pada musim mudik Lebaran.
Imbauan ini juga dipicu maraknya kecelakaan transportasi umum yang kerap terjadi saat periode mudik dan arus balik. Salah satu insiden yang menjadi perhatian terjadi pada mudik Idulfitri 2024, ketika bus PO Rosalia Indah mengalami kecelakaan tunggal di KM 370 Tol Batang–Semarang pada Kamis (11/4/2024).
Kecelakaan yang diduga dipicu pengemudi mengalami microsleep tersebut menewaskan tujuh orang dan menyebabkan 15 penumpang lainnya luka-luka.
Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo mengatakan, pihaknya telah mengikuti roadmap atau agenda persiapan mudik Lebaran yang digelar Satlantas Polrestabes Semarang bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Jangan sampai ada peristiwa kecelakaan yang terulang. Karena itu, kendaraan harus dicek dengan baik dan pengemudi juga harus benar-benar menguasai medan serta kendaraannya,” ujar Bambang saat ditemui Indoraya.News, Senin (9/3/2026) malam.
Sementara itu, Sekretaris Organda Semarang, Suyatmin, meminta para pengusaha angkutan barang maupun penumpang memastikan seluruh armada telah melalui pemeriksaan secara menyeluruh.
“Armada harus benar-benar dicek, termasuk melalui ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan,” katanya.
Selain kondisi armada, Organda juga menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi pengemudi, baik secara jasmani maupun rohani. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berlangsung aman dan nyaman.
“Setelah armada dipastikan layak jalan, pengemudi juga harus dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental. Jangan sampai karena kelelahan atau alasan lain, pengemudi justru menggunakan obat-obatan terlarang yang sifatnya memacu stamina,” jelasnya.
Di sisi lain, Organda Kota Semarang menyambut baik program mudik gratis yang digelar pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Namun demikian, pihaknya menyoroti potensi berkurangnya pendapatan para pengusaha bus apabila program tersebut tidak melibatkan armada angkutan yang selama ini telah beroperasi secara reguler.
“Program ini tentu menunjukkan kepedulian pemerintah, tetapi secara tidak langsung juga bisa mengurangi pendapatan pengusaha angkutan penumpang. Padahal mereka melayani masyarakat setiap hari, dan momentum Lebaran biasanya menjadi masa panen bagi usaha transportasi,” ungkapnya.
Bambang berharap program mudik gratis yang digelar pemerintah, baik melalui BUMN maupun Polri, dapat melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang sudah beroperasi.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha transportasi sekaligus tetap mendukung program pemerintah dalam memberikan fasilitas mudik yang aman bagi masyarakat.
“Harapan kami, BUMN maupun Polri yang menyelenggarakan mudik gratis bisa menggunakan bus AKAP atau AKDP yang sudah berjalan, sehingga tidak mengurangi pendapatan para pengusaha yang setiap tahun mengandalkan momen mudik sebagai masa panen,” pungkas Bambang.



