Semarang Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Dyah Tunjung: Momentum Dongkrak Ekonomi Daerah

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, mendorong penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. (Foto: Redaksi Indoraya)

INDORAYA– Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, mendorong penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan kafilah dari seluruh Indonesia menjadi peluang bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga pariwisata lokal.

Ia mengatakan, skala kegiatan tersebut memberikan potensi perputaran ekonomi yang cukup besar selama para peserta, pendamping, dan tamu berada di Kota Semarang. Karena itu, momentum MTQ Nasional perlu dimanfaatkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga masyarakat.

“Ini adalah peluang besar bagi pergerakan ekonomi Kota Semarang. Kita berharap UMKM, kuliner, hotel, transportasi, dan pelaku usaha lainnya bisa ikut merasakan dampak dari penyelenggaraan MTQ Nasional ini,” ujar Dyah Tunjung.

Diketahui, Kota Semarang resmi menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI pada 11 hingga 20 September 2026. Ajang tersebut diikuti 2.242 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu diberikan ruang untuk memperkenalkan dan menjual produk lokal selama rangkaian kegiatan berlangsung. Produk makanan, kerajinan, fesyen muslim, hingga berbagai produk kreatif khas Semarang dapat menjadi bagian dari pengalaman para tamu selama berada di kota tersebut.

Dyah Tunjung juga mendorong promosi potensi wisata Kota Semarang kepada peserta dan kontingen. Kunjungan peserta tidak harus berhenti pada agenda perlombaan, tetapi dapat diperluas dengan mengenalkan destinasi, kuliner, serta berbagai kekayaan budaya yang dimiliki Kota Semarang.

“Ini kesempatan untuk mengenalkan Semarang kepada masyarakat dari berbagai daerah. Jangan hanya menjadi tempat perlombaan, tetapi juga menjadi etalase potensi wisata, kuliner, dan produk lokal kita,” ungkap Sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang tersebut.

Mbak Tunjung, sapaan akrabnya, mengapresiasi persiapan berbagai fasilitas pendukung untuk menyambut kontingen dari seluruh Indonesia. Kesiapan arena perlombaan, panggung penampil, serta pelayanan bagi para tamu dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

MTQ Nasional XXXI mempertandingkan delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori lomba yang berlangsung di 12 arena. Besarnya skala kegiatan tersebut, kata Dyah, juga menjadi kesempatan untuk memperkuat citra Kota Semarang sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.

Selain dampak ekonomi, Mbak Tunjung berharap pelaksanaan MTQ Nasional memberikan manfaat sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an yang dibawa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda.

“Kita ingin manfaat MTQ ini lengkap. Sukses penyelenggaraannya, ekonomi masyarakat bergerak, potensi kota semakin dikenal, dan nilai-nilai keagamaan juga semakin kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional dengan memberikan pelayanan dan keramahan kepada para tamu. Menurutnya, kesan yang dibawa pulang peserta juga akan menjadi bagian dari citra Kota Semarang.