Meski Penumpang Nataru Turun, OTP Kapal PELNI Tembus 98 Persen

INDORAYA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Cabang Semarang mencatat adanya penurunan jumlah penumpang pada angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penurunan tersebut dipengaruhi jarak libur Nataru yang relatif berdekatan dengan periode Lebaran.

Kepala Cabang PT PELNI Semarang, Yuniati Fatimah, mengungkapkan bahwa selama periode Nataru, arus penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tercatat sebanyak 2.408 orang, dengan total pergerakan penumpang mencapai 2.415 orang. Capaian tersebut baru menyentuh sekitar 75 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, Yuni menegaskan bahwa penurunan jumlah penumpang tidak berdampak pada kinerja operasional perusahaan. PELNI justru mampu menjaga tingkat ketepatan waktu pelayaran secara optimal.

“Meskipun total penumpang Nataru berada di bawah tahun sebelumnya, PELNI tetap menjaga kinerja operasional yang tinggi dengan rata-rata On Time Performance (OTP) kapal penumpang mencapai 98 persen. Hal ini membuktikan komitmen PELNI terhadap ketepatan waktu dan disiplin operasional yang tetap terjaga secara konsisten,” ujar Yuni kepada Indoraya.News, Selasa (27/1/2026).

Selain ketepatan waktu, PELNI juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap pelayaran. Seluruh armada kapal secara rutin menjalani inspeksi ketat oleh otoritas maritim, sementara awak kapal dibekali pelatihan berkala sesuai standar keselamatan nasional dan internasional.

“Kami memastikan setiap pelayaran berlangsung aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, secara nasional PELNI mencatat realisasi penumpang angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebanyak 542.339 orang selama periode 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Jumlah tersebut mencapai 98,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 551.383 penumpang, menunjukkan stabilitas layanan transportasi laut nasional meski di tengah fluktuasi jumlah penumpang.