
INDORAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memberikan perhatian khusus terhadap pasokan energi di wilayah 3T, terutama Kepulauan Karimunjawa, guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi hambatan distribusi akibat cuaca ekstrem.
General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah–DIY, Fanda Chrismianto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario mitigasi berlapis untuk memastikan masyarakat di Karimunjawa tetap mendapatkan akses BBM meskipun terjadi gelombang tinggi.
Di Karimunjawa, Pertamina mensiagakan dua unit mobile storage yang difungsikan sebagai tambahan tangki penyimpanan. Keberadaan armada ini bertujuan untuk memperpanjang ketahanan stok (buffer) jika pengiriman reguler menggunakan kapal tongkang terkendala cuaca buruk.
“Karimunjawa ini lokasinya menjadi atensi kami karena kondisi cuaca ekstrem masih sering kita temui. Kita standby-kan dua mobil tangki di sana sebagai penambahan tangki storage untuk memperpanjang umur stok jika ada kondisi cuaca buruk,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Fanda menjelaskan, jika kondisi laut tidak memungkinkan bagi kapal reguler, Pertamina akan menjalankan skenario alternatif dengan menggandeng pihak eksternal untuk menjamin pasokan tetap sampai ke kepulauan tersebut.
“Kita bisa koordinasi dengan kawan-kawan Pelni untuk sewa kapal, mobil tangki kita kirim ke sana. Kalau kondisi lebih ekstrem lagi, kita pernah menggunakan container khusus (ISO Tank) agar tetap bisa membantu kesiapan stok di sana,” katanya.
Berdasarkan data terkini, posisi stok BBM di SPBU Karimunjawa terpantau sangat aman. Untuk produk BioSolar, ketersediaan stok mencapai 12 kali lipat dari proyeksi kebutuhan harian, sementara Pertalite tersedia hingga 6 kali lipat dari kebutuhan normal.
Fanda berharap dengan berbagai persiapan dan skenario darurat yang telah disusun, kebutuhan energi masyarakat dan wisatawan di Karimunjawa dapat terpenuhi dengan baik selama masa libur panjang.
“Intinya kami akan melakukan hal apapun untuk memberikan pelayanan yang baik agar ketersediaan energi di masyarakat tetap terlaksana dengan maksimal,” tandasnya.
Selain memastikan pasokan di wilayah kepulauan, Pertamina juga menyiagakan ribuan agen LPG dan ratusan SPBU di jalur utama Jawa Tengah yang beroperasi selama 24 jam penuh untuk melayani para pemudik.



