Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: 59.700 Hektare Lahan Hutan di Jateng Kritis, Butuh Pemulihan Mendesak
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

59.700 Hektare Lahan Hutan di Jateng Kritis, Butuh Pemulihan Mendesak

By Athok Mahfud
Kamis, 04 Des 2025
1 View
Share
2 Min Read
DLHK Provinsi Jateng bersama DPRD Provinsi Jateng melakukan kunjungan kerja di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Rabu (3/12/2025). (Foto: DPRD Jateng)
SHARE

INDORAYA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah mencatat, terdapat sebanyak 59.700 hektare lahan di dalam kawasan hutan Jateng kritis dan mendesak untuk dipulihkan fungsinya.

Hal ini dikatakan oleh Kepala DLHK Jateng, Widi Hartanto, saat kunjungan kerja bersama Komisi B DPRD Jateng di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Rabu (3/12/2025).

Di depan Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, Widi memaparkan berbagai persoalan dan data teknis yang memperkuat urgensi kunjungan tersebut.

​”Anggaran pengelolaan DAS di Jateng juga masih sangat terbatas. Kami membutuhkan bantuan dari Kemenhut untuk mengembalikan fungsi hutan tersebut,” jelas Widi.

​Menanggapi hal itu, Rohmat Marzuki memberikan beberapa solusi konkret dan kabar terbaru terkait kebijakan kementerian. Ia menjelaskan, pihaknya telah memfasilitasi perizinan penggunaan hutan non-komersial untuk kepentingan publik seperti sekolah.

“Sekarang ini telah dibentuk tim penelitian terpadu untuk mengkaji usulan peningkatan status kawasan menjadi Taman Nasional di Gunung Muria, Lawu, dan Slamet,” kata dia.

​Menyinggung pengelolaan hutan lindung di area pegunungan, Rohmat Marzuki akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk menjaga daerah resapan air.

Pada kesempatan itu, Rohmat juga menekankan posisi strategis Indonesia dalam peta paru-paru dunia. Dikatakan, Kemenhut memiliki tugas besar untuk mengamankan 125 juta hektar hutan yang ada di Indonesia.

“Hutan kita menempati posisi ketiga terluas di dunia setelah Brazil dan Kongo, maka dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat,” ujar politikus Gerindra tersebut.

Selain itu, pertemuan itu juga membahas solusi penanganan konflik satwa liar, khususnya monyet ekor panjang yang kerap turun ke perkebunan warga, yang menjadi perhatian bersama.

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Jateng Sri Hartini menyoroti tantangan yang dihadapi Jateng. Ia mengaku kawatir terkait penurunan alokasi anggaran kehutanan 2026.

Padahal, tantangan di lapangan justru semakin berat, terutama terkait kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat bencana alam yang memerlukan penanganan segera.

​”Kami memiliki 13 balai di Jateng dan masih banyak perbaikan DAS yang rusak, maka kami membutuhkan support dari Kemenhut,” tegas Sri Hartini sembari berharap kementerian dapat memberikan dukungan ekstra agar fungsi 13 balai tersebut tetap optimal.

TAGGED:Kepala DLHK Jateng Widi HartantoLahan Kritis JatengWamen Kehutanan Rohmat Marzuki
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan Rabu, 11 Feb 2026
  • Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029 Rabu, 11 Feb 2026
  • Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit Rabu, 11 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran Rabu, 11 Feb 2026
  • Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah Rabu, 11 Feb 2026
  • Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak Rabu, 11 Feb 2026
  • Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026 Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jateng–Jepang Kolaborasi Benahi Danau Rawa Pening Semarang, Dorong Green Economy dan Investasi Lingkungan

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?