Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Budaya Inklusif Ciptakan Pesantren Ramah Anak di Jateng
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Budaya Inklusif Ciptakan Pesantren Ramah Anak di Jateng

By Athok Mahfud
Senin, 06 Okt 2025
Share
3 Min Read
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Forum Anak Jateng, Nawal Arafah Yasin, seusai menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gedung Kanzus Sholawat Habib Luthfi Kota Pekalongan, Minggu (5/10/2025). (Foto: Diskominfo Jateng)
SHARE

INDORAYA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Bunda Forum Anak Nasional (FAN) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendukung program pesantren ramah anak yang saat ini tengah digalakkan di Jateng.

Untuk mewujudkan pesantren ramah anak, Nawal menekankan pentingnya membangun budaya inklusif di lingkungan pesantren. Hal ini untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai, dan tidak membeda-bedakan antarsantri.

“Pesantren ramah anak prinsipnya adalah dipastikan bahwa pesantren itu memprioritaskan kepentingan anak sendiri,” kata dia, seusai menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gedung Kanzus Sholawat Habib Luthfi Kota Pekalongan, Minggu (5/10/2025).

Nawal mengatakan, saat ini sudah banyak stakeholder yang bergerak untuk mewujudkan pesantren ramah anak di Jawa Tengah. Di antaranya yakni Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama, serta UNICEF.

Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat penting dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman. Sehingga, para santri dapat terhindar dari perundungan maupun kekerasan.

Prinsip pesantren ramah anak, kata Nawal, juga harus memastikan tidak ada diskriminasi. Menurutnya, hal itu tidak cukup dengan hanya membuat Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dia menekankan, perlu internalisasi budaya dan nilai-nilai inklusif di lingkungan pesantren. Yakni, menanamkan sikap saling menghormati, menyayangi, tolong-menolong, serta rendah hati.

“Kita tidak hanya butuh SOP, tapi bagaimana internalisasi nilai-nilai ini betul-betul dikembangkan. Bukan hanya untuk anak, tapi juga stake holder lain, entah itu pengasuh atau pengurus, dan sebagainya,” ungkap Nawal.

Selain itu, pihak pesantren juga harus memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Mulai dari pendidikan, kesehatan atau gizi, serta sarana dan prasarana yang layak.

“Kemudian prinsipnya anti kekerasan. Terakhir, harus ada partisipasi aktif dari anak. Libatkan mereka dalam setiap diskusi,” ucap Pengasuh Ponpes Al-Anwar Rembang ini.

Tidak hanya itu, Nawal menekankan, pencegahan terhadap kekerasan seksual juga perlu dilakukan. Dia mendorong pihak pesantren membentuk manajemen pengaduan, dan mekanisme rehabilitasi apabila terdapat korban.

“Kita harus menjadi konsultan sebaya, untuk bisa menjadi teman bagi teman yang lain,” tegas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Diketahui, pesantren ramah anak ialah salah satu program yang terus digalakkan di Jawa Tengah. Bahkan Pemprov sudah bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jateng, UNICEF, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.

Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh Pemprov Jateng, yang dinahkodai Gubernur Ahmad Luthfi. Seperti, pembentukan pilot project pesantren ramah anak di Ponpes Al Anwar IV dan Ponpes Alhamdulillah Kabupaten Rembang. Dua pesantren tersebut sudah memiliki Satgas Anti-Bullying.

Upaya lainnya yaitu melalui sosalisasi dan edukasi. Seperti pada kegiatan Keterampilan Hidup Remaja pada Mei 2025 lalu yang diikuti oleh 200-an santri di Jawa Tengah.

Edukasi tersebut berfokus pada penguatan kapasitas santri, agar terbangun kesadaran tentang hak-hak anak. Termasuk hak untuk dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, serta mendukung partisipasi anak.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?