INDORAYA – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen, mengungkap adanya sosok penting di balik rekonsiliasi atau islah usai adanya dualisme kepemimpinan di tubuh partai pasca Mukmatar X di Jakarta.
Setelah melalui dinamika panjang, partai ka’bah itu akhirnya melakukan rekonsiliasi internal. Dua kubu yang sempat berseteru di Muktamar, Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto, akhirnya bersatu.
Berdasarkan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Ketua Umum PPP dijabat oleh Mardiono dengan Agus sebagai Wakil Ketua Umum.
Sekjen PPP, Taj Yasin mengungkap adanya peran seorang tokoh yang turut mendorong terciptanya islah di tubuh partainya. Ia menyebut, sosok itu dikenal luas sebagai “orang baik”.
Bahkan, kata dia, sosok tersebut tidak asing bagi publik, karena namanya pernah menghiasi kertas suara saat pemilihan legislatif.
Namun, saat ditanya lebih jauh, Gus Yasin memilih merahasiakan identitas sosok yang disebut-sebut menjadi penengah konflik di internal partainya tersebut.
“Ya kalau dikenal pasti kenal. Beliau juga pernah nyalon DPR, jadi enggak mungkin enggak dikenal,” ungkap Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat ditemui di kediamannya, kawasan BSB Kota Semarang, Selasa (7/10/2025).
Ia menambahkan, sosok tersebut memang tidak ingin tampil ke publik.
“(Sosoknya dirahasiakan?) Sekarang enggak perlu dikenalkan. Karena beliau ingin partai ini islah,” kata Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Ketika disinggung apakah sosok itu berasal dari kalangan kiai, Gus Yasin membenarkan. Namun, ia enggan menjelaskan lebih rinci identitasnya.
“(Dari kalangan kiai?) Bisa dikatakan seperti itu. (Dari Jawa Tengah?) Sudah, enggak perlu. Beliau bilang enggak usah disebut, yang penting partai ini islah dan bisa kembali ke Senayan,” imbuhnya.
Dengan bersatunya dua kubu yang sempat berseteru ini, Gus Yasin optimistis bahwa PPP akan kembali melenggang ke Senayan pada Pemilu 2029 mendatang setelah pada Pemilu 2024 lalu gagal masuk parlemen.
“Kami bersama kawan-kawan menginginkan adanya perubahan dalam PPP agar bisa kembali ke Senayan,” ucapnya.
Ia menilai, kunci kebangkitan PPP terletak pada penguatan komunikasi dengan struktur partai di daerah. Berdasarkan evaluasi internal, PPP sejatinya masih memiliki basis suara kuat di akar rumput, dengan perolehan mencapai sekitar 8 juta suara di tingkat DPRD kabupaten/kota.
“Artinya, kantong suara ini harus digerakkan kembali. Kami di DPP akan mengakomodasi aspirasi dari bawah,” ujar Gus Yasin.
Dia menambahkan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan partai adalah memperbaiki AD/ART serta memperkuat konsolidasi internal sebelum menyiapkan strategi menuju Pemilu 2029.
“Sekarang fokus kita adalah membenahi kepengurusan dan memperkuat silaturahmi dengan kader di seluruh daerah,” pungkas Gus Yasin.


