Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kasus DBD Tembus 131 Ribu, 544 Orang Meninggal Dunia
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Kesehatan

Kasus DBD Tembus 131 Ribu, 544 Orang Meninggal Dunia

By Redaksi Indoraya
Senin, 03 Nov 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Indonesia kembali menghadapi ancaman serius dari penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hingga 28 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan terdapat 131.393 kasus dengan 544 kematian akibat dengue di berbagai daerah di Tanah Air.

“Data ini menunjukkan bahwa dengue masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan membutuhkan kewaspadaan yang berkelanjutan,” kata Pelaksana Harian Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, saat menghadiri media briefing bertajuk “Urgensi dan Kepemimpinan Indonesia dalam Perjuangan Melawan Dengue” yang digelar oleh Takeda Pharmaceuticals bersama Kemenkes, di Jakarta, Minggu (2/11/2025).

Menurut Prima, Kemenkes tetap berkomitmen untuk mencapai target nasional dan global ‘Zero Dengue Deaths 2030’. Namun, ia menegaskan bahwa target tersebut tidak akan tercapai tanpa kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga dunia usaha.

“Kita perlu mempercepat inovasi, memastikan akses yang adil terhadap solusi pencegahan, serta membangun ketahanan masyarakat agar setiap orang Indonesia dapat hidup bebas dari ancaman dengue,” kata dia.

Risiko Berat pada Pasien Dewasa dan Penderita Komorbid

Penasihat Satgas Imunisasi PAPDI, Samsuridjal Djauzi, menjelaskan bahwa infeksi dengue tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga bisa menyebabkan komplikasi berat pada orang dewasa, terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

“Pasien dengan hipertensi dapat mengalami kondisi 2-3 kali lebih berat, pasien obesitas 1,5-2 kali, diabetes 3-5 kali, bahkan pada gangguan ginjal kronis bisa mencapai hingga tujuh kali lipat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa infeksi dengue juga memberikan dampak nyata terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan studi terhadap 45 karyawan pada 2018–2020, penderita dengue rata-rata harus absen selama enam hari kerja, dan dua dari tiga orang masih mengalami kelelahan selama beberapa minggu setelah sembuh.

“Jika seseorang kembali terinfeksi dengue, risiko terjadinya dengue berat meningkat signifikan,” kata Samsuridjal.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir, kelompok usia 5–14 tahun secara konsisten menjadi penyumbang angka kematian tertinggi akibat dengue, bahkan mencapai 41 persen pada tahun 2025.

Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa anak-anak tetap menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi dengue berat.

“Pada 2024, sekitar 43 persen kasus dengue terjadi pada usia di bawah 14 tahun, dan lebih dari separuh kematian terjadi di kelompok 5-14 tahun,” kata dia.

Hartono menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap fase kritis dengue, yang umumnya terjadi pada hari keempat hingga kelima demam.

“Demam yang turun pada hari keempat bukan berarti sembuh 100 persen. Orang tua perlu waspada bila anak tampak lemas, pucat, kaki dingin, atau nyeri perut hebat, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan dengue. Karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif, mulai dari program 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, hingga vaksinasi untuk anak usia empat tahun ke atas yang memenuhi syarat.

TAGGED:Kasus DBD
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet Sabtu, 06 Des 2025
  • Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain Sabtu, 06 Des 2025
  • Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan Sabtu, 06 Des 2025
  • Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek Sabtu, 06 Des 2025
  • LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang Sabtu, 06 Des 2025
  • Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart Sabtu, 06 Des 2025
  • Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Sabtu, 06 Des 2025

Berita Lainnya

Kesehatan

RSUD dr. Adhyatma Luncurkan Sistem Pelacakan Dokumen Pengadaan Berbasis QR Code

Senin, 01 Des 2025
Kesehatan

MBG Diperluas di Jakarta, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pemenuhan Gizi Anak

Jumat, 28 Nov 2025
JatengKesehatanPendidikan

Jateng Perkuat Layanan Kesehatan, RSPPU Siap Cetak Lebih Banyak Dokter Spesialis

Rabu, 19 Nov 2025
EkonomiGaya HidupJatengKesehatan

Borobudur Marathon Kembali Geliatkan Pariwisata dan UMKM Jawa Tengah

Senin, 17 Nov 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?