Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tangani Stunting dan TBC, Gubernur Luthfi Dorong Program Speling Jangkau Desa
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
BeritaJatengKesehatan

Tangani Stunting dan TBC, Gubernur Luthfi Dorong Program Speling Jangkau Desa

By Redaksi Indoraya
Jumat, 31 Okt 2025
Share
3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Forum Ilmiah Tahunan dan Mukernas Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (31/10/2025).
SHARE

INDORAYA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Pratikno, menegaskan bahwa dua persoalan mendasar di bidang kesehatan yang masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia adalah stunting dan tuberkulosis (TBC).

“Ini permasalahan kita bersama dan memerlukan penanganan yang sangat cepat. Presiden sudah memerintahkan kepada kabinet untuk melakukan percepatan,” ujar Pratikno, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seusai menghadiri Forum Ilmiah Tahunan dan Mukernas Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (31/10/2025).

Ia menjelaskan, penanganan dua masalah kesehatan tersebut membutuhkan peran sentral para Ahli Kesehatan Masyarakat (AKM).

Selain itu, pendekatan yang digunakan juga harus menyentuh aspek sosial, perilaku hidup, serta kesehatan lingkungan dan hewan.

Tak hanya itu, Pratikno turut menyoroti tingginya kasus penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis), seperti rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT), malaria, dan demam berdarah.

“Inilah pentingnya peran ahli kesehatan masyarakat, yang pendekatannya tidak hanya medis atau klinis, tetapi juga menyentuh aspek sosial, gaya hidup, serta kesehatan hewan dan alam,” terangnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan masalah kesehatan. Hal itu, kata dia, telah dilakukan oleh Gubernur Ahmad Luthfi melalui berbagai program, termasuk Speling (Spesialis Keliling) dan upaya penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Gubernur Jateng ini luar biasa aktif dalam urusan ini. Beliau menyinergikan berbagai program di lapangan dengan melibatkan kampus dan para ahli kesehatan masyarakat untuk bersama-sama menangani,” puji Pratikno.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah provinsi.

Melalui program Speling, Pemprov Jateng terus menghadirkan pelayanan kesehatan paripurna hingga ke pelosok desa.

Saat ini, program Speling telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat hingga 13 Oktober 2025.

“Program Speling kita sangat dirasakan oleh masyarakat. Untuk TBC, kita butuh alat yang bisa menjangkau hingga desa-desa, saat ini alatnya masih terbatas,” ujar Luthfi.

Program Speling juga diintegrasikan dengan kegiatan skrining penderita TBC menggunakan alat portable tuberculosis detector. Namun, menurut Luthfi, jumlah alat tersebut masih perlu ditambah agar pemeriksaan bisa lebih luas.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemprov Jateng terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

“Termasuk kampus juga kami libatkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik,” tandasnya.

TAGGED:Gubernur Ahmad LuthfiProgram SpelingStunting JatengTBC Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026
  • PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Berita

Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?