INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengusulkan agar Indeks Kebahagiaan menjadi salah satu indikator dalam evaluasi pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau capaian investasi semata, tetapi juga dari tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.
Heri mengatakan, selama ini berbagai indikator pembangunan cenderung berfokus pada aspek fisik dan ekonomi. Padahal, pembangunan pada hakikatnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Pembangunan yang berhasil bukan hanya soal jalan yang bagus atau angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Yang tidak kalah penting adalah apakah masyarakat merasa aman, sehat, produktif, memiliki harapan dan bahagia dalam menjalani kehidupannya,” ujar Heri.
Menurutnya, Indeks Kebahagiaan dapat menjadi pelengkap berbagai indikator pembangunan yang sudah ada. Dengan melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kehidupannya, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dampak kebijakan yang dijalankan.
Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari kondisi kesehatan, pendidikan, pekerjaan, lingkungan sosial, keamanan, hingga kualitas layanan publik yang diterima.
“Kadang sebuah daerah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik, tetapi masyarakatnya masih menghadapi tekanan sosial, kesulitan mengakses layanan dasar, atau merasa tidak memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Hal-hal seperti ini juga perlu menjadi perhatian,” katanya.

Heri menilai pendekatan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat akan membantu pemerintah daerah menyusun program yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Ia juga mendorong agar hasil survei terkait tingkat kebahagiaan masyarakat tidak hanya menjadi data statistik, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan pembangunan daerah.
“Data kebahagiaan masyarakat bisa menjadi alat untuk mengukur apakah kebijakan yang dibuat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga atau belum. Ini penting agar pembangunan tidak hanya berhasil di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Heri menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar mampu menciptakan masyarakat yang sejahtera dan memiliki kualitas hidup yang baik.
“Tujuan akhir pembangunan adalah manusia. Karena itu, ukuran keberhasilan pembangunan juga harus melihat kondisi manusia yang menjadi penerima manfaatnya,” tegasnya.
Heri berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun indikator evaluasi pembangunan ke depan.
Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, pembangunan di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Ketika masyarakat merasa hidupnya lebih baik, lebih aman, dan lebih sejahtera, di situlah pembangunan dapat dikatakan benar-benar berhasil,” pungkasnya. [ADV]


