INDORAYA — Polda Jawa Tengah mendalami penemuan kerangka yang diduga jasad manusia di tebing jalan tol wilayah Jangli, Tembalang, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Identitas kerangka hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.
Polda Jateng mengarahkan jajaran Polrestabes Semarang dan Polres Semarang untuk mengusut asal-usul temuan tersebut. Penyidik bersama tim laboratorium forensik juga mendalami sejumlah kemungkinan, termasuk keterkaitan dengan laporan orang hilang maupun dugaan tindak pidana.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, kepolisian masih memastikan apakah temuan tersebut benar merupakan kerangka manusia.
“Hari ini Polrestabes Semarang menangani temuan kerangka yang diduga kerangka manusia. Ini sedang kita dalami, apakah ini merupakan kerangka manusia betul atau kemudian yang lain,” ujar Yuliyanto, Jumat (4/9/2026).
Yuliyanto menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan tim medis forensik.
Pemeriksaan sampel laboratorium dan bukti-bukti di lokasi masih dilakukan sebelum kepolisian menyimpulkan identitas jasad.
Kepolisian juga masih mendalami kemungkinan keterkaitan temuan tersebut dengan kasus orang hilang maupun tindak pidana.
“Tentu saja kita dalami ya, apakah berkaitan dengan orang hilang, berkaitan dengan tindak pidana atau apa, kan kita belum jelas ya,” terang Yuliyanto.
Kerangka Diduga Mirip Korban Hilang
Kerangka ditemukan dalam kondisi terbungkus di lereng curam yang dipenuhi semak belukar dan tersangkut pada ranting pohon di tebing jalan tol.
Pemeriksaan awal menunjukkan sejumlah ciri, seperti sisa pakaian, aksesori, dan tinggi badan kerangka, memiliki kemiripan dengan Mozza Axillia Gunarsa, yang dilaporkan hilang lebih dari satu tahun lalu.
Meski demikian, kepastian identitas masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.
Kasat Res PPA dan PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti mengatakan, pemeriksaan medis masih dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Sampel DNA pembanding dari pihak orang tua korban juga tengah diproses untuk memastikan identitas jasad.
“Kalau untuk ciri-ciri pakaiannya sudah sesuai, tinggi badannya juga sesuai. Ini masih diambil sampel DNA-nya sama pihak rumah sakit,” kata Sriniti.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait temuan tersebut untuk melapor melalui layanan Call Center 110.


