INDORAYA — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang menyoroti kondisi struktur tanah di bawah pedestrian setelah pohon berukuran besar tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Peristiwa tersebut menewaskan pasangan suami istri dan melukai seorang pengemudi ojek online.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, tim langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan pohon tumbang. Petugas melakukan evakuasi korban sekaligus membersihkan material pohon yang menutup jalan.
Disperkim sebelumnya rutin melakukan pemeliharaan dan pemangkasan pohon soga yang berada di sepanjang Jalan Pandanaran. Pemangkasan terakhir dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap pohon yang berisiko.
Namun, hasil penanganan di lokasi menunjukkan adanya dugaan persoalan pada struktur tanah di bawah pedestrian yang dapat memengaruhi kondisi perakaran pohon.
“Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa,” kata Murni.
Disperkim masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti pohon tersebut tumbang. Kondisi bagian bawah tanah menjadi salah satu aspek yang turut diperiksa dalam evaluasi.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan warga di berbagai wilayah Kota Semarang.
Pemkot Semarang akan memperkuat pemeliharaan pohon, termasuk pemeriksaan menggunakan teknologi tree scanning. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi kondisi bagian dalam batang maupun akar yang tidak terlihat dari permukaan.
“Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Agustina.
Masyarakat juga diminta ikut melaporkan keberadaan pohon yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga,” kata Agustina.
Diberitakan sebelumnya, pohon tumbang di Jalan Pandanaran, Semarang, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pohon tersebut menimpa dua pengendara sepeda motor. Pasangan suami istri, Susiana (46) dan Christiawan Purbowo (50), meninggal dunia, sementara seorang pengemudi ojek online mengalami luka ringan.


