UMKM Pekalongan Ekspor Perdana 17 Ton Kopi ke Pasar Eropa

Caption : Pelepasan sebanyak 17 ton green bean kopi Pekalongan ke pasar Eropa dengan nilai transaksi sekitar Rp2,4 miliar. (Foto: Dok Karantina Jawa Tengah)

INDORAYA – Produk kopi dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan berhasil menembus pasar internasional. Sebanyak 17 ton green bean kopi diekspor ke pasar Eropa dengan nilai transaksi sekitar Rp2,4 miliar.

Ekspor perdana tersebut dilepas dalam seremoni yang dihadiri Kepala Karantina Jawa Tengah, Hari Yuwono Ady, pada Senin (9/3/2026). Produk kopi itu dikirim ke dua negara tujuan di Eropa, yakni Makedonia dan Yunani.

Hari mengapresiasi keberhasilan CVLKN yang merupakan UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Bank Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelaku usaha daerah mampu bersaing di pasar global.

Ia menyebut pelepasan ekspor ini menjadi momentum membanggakan tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan UMKM berorientasi ekspor.

“Pelepasan ekspor ini menjadi momentum yang sangat membanggakan, bukan hanya bagi pelaku usaha yang terlibat, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bank Indonesia, serta seluruh pihak yang selama ini mendorong tumbuhnya UMKM yang berorientasi ekspor,” ujar Hari.

Menurutnya, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk ekspor sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah. Jawa Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi dengan luas perkebunan yang terus berkembang serta menghasilkan produk berkualitas.

Meski demikian, Hari menilai pelaku usaha kopi tetap menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya saing, terutama dalam memenuhi standar internasional yang semakin ketat di pasar global.

Ia menambahkan kepatuhan terhadap persyaratan sanitary dan phytosanitary negara tujuan ekspor menjadi hal yang sangat penting.

“Karantina hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha agar produk yang diekspor memenuhi standar internasional negara tujuan,” jelasnya.

Melalui ekspor ini diharapkan komoditas kopi dari Jawa Tengah semakin dikenal di pasar internasional sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah.

Seremoni pelepasan ekspor tersebut juga dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Kanwil Bea Cukai Jateng–DIY, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, serta sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Pekalongan yang mendukung pengembangan UMKM ekspor.