INDORAYA – Luapan Sungai Babon di Semarang menyebabkan sejumlah perumahan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.
BPBD Kota Semarang mencatat genangan melanda kawasan Argo Residence, Grand Batik Semarang, Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, serta RW 1 Kelurahan Rowosari. Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan tinggi air sempat mencapai 150 cm.
“Ketinggian banjir terpantau sampai 150 cm, sedada orang dewasa. Itu dilaporkan Senin pada pukul 02.00 WIB. Alhamdulillah sudah mulai surut, ada yang sudah 20-30 cm,” katanya.
Menurutnya, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di Kota Semarang dan wilayah hulu.
“Sistem drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area permukiman,” katanya.
Debit Sungai Babon juga meningkat karena kiriman air dari wilayah atas seperti Ungaran yang diguyur hujan deras.
BPBD mencatat puluhan hingga ratusan warga terdampak. Di Perumahan Argo Residence RT 7 RW 7 terdapat 25 KK atau 80 jiwa, serta warga RT 8 RW 7. Di Grand Batik Semarang ada 13 KK/33 jiwa terdampak.
Sementara di Grand Permata Tembalang tercatat 63 KK/138 jiwa di RT 8 RW 3 dan 47 KK/175 jiwa di RT 9 RW 3. Di Perumahan Dinar Indah RW 26 Meteseh terdapat 26 KK/34 jiwa terdampak, sedangkan di RW 1 Kelurahan Rowosari sekitar 200 KK atau 500 jiwa terdampak banjir.
Genangan di Grand Permata Tembalang juga memaksa 18 warga mengungsi di Masjid Iktifal Al Barokah, terdiri dari 12 orang dewasa dan enam balita.
Saat ini BPBD masih melakukan monitoring wilayah terdampak, asesmen korban, serta evaluasi kondisi lapangan. Kebutuhan mendesak warga meliputi pembersihan pascabanjir, dukungan logistik, dan pasokan air bersih.
Luapan Sungai Babon yang merendam perumahan di Semarang ini menjadi pengingat pentingnya perbaikan drainase dan pengelolaan air di kawasan hulu hingga hilir agar banjir tidak kembali mengancam permukiman warga.


