Seperti yang dilakukan oleh Sutikno Sarah (71) warga kampung Pengapon Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang yang sudah dari tahun 80an selalu menggunakan jasa pembersih hewan kurban ini disetiap hari raya Idul Adha.
“Setiap kurban kepala dan kakinya saya jasakan kesini ke Kampung Bustaman, hampir setiap tahun,”kata Sutikno saat ditemui secara langsung di Kampung bustaman, Minggu (10/7/2022).
Menurutnya dengan ada jasa itu, dia merasa sangat terbantu kepada para panitia kurban ataupun orang yang kesulitan membersihkan bagian kepala ataupun kaki hewan kurban. Pasalnya, Ia mengatakan banyak orang sudah kelelahan mengurus hewan kurban sebelum waktunya dipotong.
“Sangat terbantu karena capek sebelumnya menunggu hewan kurban di mushola , pagi sampai sekarang merasa capek kalau tidak dibantu jasa ini sangat capek. Jasa ini saling membutuhkan, karena saya butuh untuk di konsumsi mereka butuh uang dari jasanya jadi saling membantu,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa kalau tidak ada jasa itu, pasti sangat kebingungan mau dibuat apa bagian yang sulit dibersihkan. Sehingga bila mau dibuang ataupun dijual itupun dilarang dalam agama Islam.
“Kalau tidak diginikan sayang kalau dibuang atau dijual yang hanya laku hanya Rp 150 ribu atau kalau membeli itu mahal sampai Rp.500 ribu itu pun tidak diperbolehkan,”tuturnya.
Kendati Demikian, dirinya membawa satu kepala, empat kaki sapi, dua kepala kambing dan delapan kaki kambing yang akan dibersihkan oleh jasa pembersih hewan kurban. Untuk harga jasa pembersih hewan kurban, dia mengatakan mengeluarkan Rp 300 ribu untuk satu pasang kepala sapi dengan keempat kaki.
Dirinya pun rela datang pagi untuk bisa mendapatkan pelayanan jasa pembersihan hewan kurban di Kampung Bustaman. Meskipun sudah datang lebih awal, dirinya pun dijanjikan oleh jasa pembersih akan selesai pada jam 3 sore.
“Kesini jam 10an, langsung dilayani dijanjikan jam 3 selesai, saya membawa satu stel sapi terdiri dari satu kepala dengan 4 kaki itu jasanya Rp 300 ribu. dan kambingnya dua untuk dibersihkan dari kulit dan mengeluarkan isi kepala sapi hingga rahang,”ucapnya.
Setelah dari jasa itu kata Sutikno, biasanya dirinya melanjutkan lagi bersih-bersih lagi di rumahnya untuk memastikan kepala dan kaki hewan kurban benar bersih, yang siap dibagikan kepada para penyumbang hewan kurban.
“Setelah dari sini biasanya saya kerja sendiri dirumah sampai jam 12 malam secara pribadi setelah itu saya memanggil orang-orang yang berkurban untuk memutuskan mau dibuat apa , jadi kembali lagi kepada yang korban,”katanya.
Sementara, salah satu jasa pembersih kepala dan kaki Hewan kurban, Siti Khasanah (51) mengaku sudah dari kecil menjadi jasa membersih kepala dan kaki hewan kurban. Dia mengatakan jasa itu, sudah dilakukan secara turun temurun.
“Sudah melakukan jasa ini dari sejak dari umur 10 tahun lalu awalnya membantu orang tua saya, ini kan sudah turun temurun,” kata siti sembari membersihkan kepala kambing yang dibersihkan.
Dia pun menyebutkan dalam sehari, hanya melayani jasa membersihkan hewan kurban sampai sore hari saja. Itu pun dia. bisa membersihkan 7 kepala hewan kurban dalam sehari. Sedangkan saat ini, dia sudah mendapatkan 25 kepala hewan kurban. Untuk waktu sendiri, dia hanya butuh setengah jam saja untuk membersihkan kepala kambing, untuk sapi, dia membutuhkan waktu sampai sekitar 2 jam lebih.
“Sehari kadang kepala sapi sampai 7 kepala sampai magrib saja , karena ini sudah masuk sekitar 25an tapi saya selesai magrib saja.Biasanya kepala kambing kalau tidak ada benjolannya itu paling tidak setengah jam sudah selesai, kalau sapi sekitar 2 jam lebih , karena juga menunggu bapak yang memotong bagian kepala untuk memisahkan kepala dengan rahang dan mengeluarkan isi kepala sapi. karena saya tidak kuat”ucapnya.
Sementara untuk harga yang dipatok oleh Siti, diantara Rp. 50 ribu sampai Rp. 60 ribu untuk kepala kambing dan kaki yang berukuran kecil hingga sedang. Untuk kepala sapi dia membandor hingga Rp.350 ribu.
“Ini dibersihkan bulunya, kulitnya dan terus dipotong-potong dan nanti tinggal dimasak,”pungkasnya




