Selain Membantu Sesama, Donor Darah Juga Dapat Menyehatkan Pendonor

Date:

INDORAYA – Staff Administrasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Arie Johan Wicaksono mengungkapkan alasan pentingnya seseorang mengikuti kegiatan donor darah.

Hal ini diungkapkan seusai kegiatan donor darah yang digelar DEMA Fakultas Sains dan Teknologi yang bekerja sama dengan PMI UIN Walisongo dan PMI Kota Semarang, Senin (06/06/22).

“Pertama, untuk kemanusiaan, membantu orang-orang yang sedang berjuang di rumah sakit demi kesembuhan pasien yang butuh darah,” katanya saat diwawancarai di Auditorium Kampus 1 UIN Walisongo.

Johan menjelaskan, selain membantu sesama, kegiatan donor darah juga menyehatkan pendonor karena dapat mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh.

“Darah yang kotor mungkin mengandung penyakit dan lain-lain nanti dikeluarkan. Nanti tubuhnya akan produksi darah baru dan pastinya lebih sehat. Jadi kedua belah pihak ada manfaatnya,” jelasnya.

Johan menyebutkan bahwa donor darah dapat dilakukan oleh semua orang yang sedang dalam keadaan sehat. Selain itu terdapat syarat yang harus dipenuhi.

Adapun syaratnya yaitu berat badan minimal 45, usia minimal 17 tahun, serta kadar hemoglobin (Hb) mencapai minimal 12,5 gr/dl. Apabila sudah memenuhi, kemungkinan besar darahnya dapat didonorkan.

“Donor darah juga bisa dilakukan secara kontinyu, tiap dua bulan atau tiga bulan sekali. Minimal paling cepat 60 hari,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga terbuka dan siap melayani organisasi maupun instansi yang mengajak kerjasama donor darah. Bagi yang ingin melakukan kegiatan donor darah, dapat langsung menghubungi PMI Kota Semarang.

“Prosedur mengajak kerja sama, dari instansi datang ke kantor. Tapi sebelumnya pastikan dulu ada pesertanya minimal 30 sampai 50. Nanti kalau sudah pesan tanggal, jam, dan tempat sudah siapkan, nanti kita insya allah datang membantu,” tandas Johan.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

KY Kenalkan PERANTAU, Upaya Baru Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Hakim

Komisi Yudisial (KY) memperkenalkan inovasi Rintisan Pengadilan Ramah Pantau (PERANTAU) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perilaku hakim. Program ini mulai dirintis dengan menjadikan Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai lokasi percontohan.