
Darah tersebut dihasilkan dari kegiatan donor darah yang digelar DEMA Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) bekerja sama dengan Korp Suka Rela (KSR) PMI UIN Walisongo dan PMI Kota Semarang di Auditorium Kampus 1 UIN Walisongo, Senin (06/06/22).
Selain memeriahkan Saintek Festival 2022, kegiatan donor darah ini juga sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dan bentuk kepedulian sosial.
Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat PMI UIN Walisongo, Baity Nur Kharisma mengatakan bahwa mahasiswa cukup antusias mendaftarkan diri sebagai peserta. Namun setelah dicek tekanan darahnya, hanya 21 yang bisa mendonorkan darahnya.
“Kalau hari ini antusiasmenya ini ramai, lumayan banyak yang daftar sebelumnya. Tapi yang lolos cuma beberapa, karena pas dites ga memenuhi standar,” ungkapnya.
Baity melanjutkan, bahwa sebanyak 21 kantung darah yang dihasilkan hari ini akan dibawa ke UTD PMI Kota Semarang untuk dicek layak atau tidaknya darah tersebut didonorkan ke pasien di rumah sakit.
Selanjutnya, Staff Administrasi PMI Kota Semarang, Arie Johan Wicaksono mengatakan bahwa darah yang sudah diterima ini tidak langsung bisa didistribusikan ke rumah sakit atau pasien.
“Setelah di kantor nanti ga langsung dikasihkan ke pasien, akan dicek dulu di laboratorium, discreening, ada ga penyakitnya. Kalau ga ada berati aman dan bisa didonorkan untuk pasien,” katanya saat diwawancarai.
Kalau dalam pengecekan darah di laboratorium nanti akan ditemukan penyakit, pihaknya akan langsung memberitahukan pendonor.
“Nanti setelah donor dicek ada apa-apa (gejala penyakit) di dalamnya, nanti pendonor dapat surat dari PMI, nanti dapat konsultasi sama dokter PMI,” imbuh Johan.
Johan juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Walisongo tersebut. Ia berharap, ke depan akan semakin banyak masyarakat yang mau berpartisipasi mendonorkan darahnya.



