INDORAYA – Sejumlah ruas jalan di Kota Semarang dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak melakukan penambalan darurat. Selain penanganan cepat, Pemkot juga telah menyiapkan anggaran Rp50 miliar untuk perbaikan jalan secara menyeluruh tahun ini.
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan langkah penambalan ini merupakan respons atas banyaknya aduan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Ini kan banyak aduan yang masuk soal jalan berlubang dan ini jadi kewajiban kita, jadi langsung kita tindak lanjuti,” kata Suwarto pada Senin (26/1).
Beberapa titik yang diprioritaskan untuk penanganan cepat berada di Jalan Soekarno Hatta serta Jalan Prof Hamka di kawasan Ngaliyan. Kedua ruas tersebut disebut sebagai lokasi dengan laporan kerusakan paling banyak.
“Kita prioritaskan yang urgent dulu ya, di Jalan Soekarno Hatta dan Prof Hamka itu yang banyak aduan juga,” ujarnya.
Suwarto menjelaskan proses penambalan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan. Ia menambahkan material aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) sebagai lapisan teratas jalan tidak bisa disimpan lama sebagai stok, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Penambalan mulai dilakukan sejak Senin, 26 Januari 2026, dengan memanfaatkan stok aspal yang tersedia. DPU berharap persediaan tersebut masih cukup untuk menangani titik-titik berlubang lain di berbagai wilayah Kota Semarang.
Meski demikian, cuaca menjadi kendala utama dalam proses perbaikan. Curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi kualitas pekerjaan. Namun, menurut Suwarto, penanganan tetap harus dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
“Kita tidak bisa menunggu setelah musim hujan, karena ini kan banyak yang berlubang. Aspal ini kan suhunya di atas 100 derajat celsius jadi memang masih aman tapi memang lebih baiknya saat tidak hujan,” terangnya.
Untuk perbaikan jalan rusak secara permanen, DPU Kota Semarang telah mengalokasikan anggaran Rp50 miliar. Pengerjaan nantinya akan dilakukan melalui proses lelang kepada pihak ketiga, dengan target pelaksanaan setelah musim hujan berakhir.
“Harapannya segera dilakukan lelang di bulan Februari semoga bisa terkejar atau awal Maret agar pelaksanaannya setelah musim hujan selesai. Maret atau April sudah bisa dilakukan proses pengerjaan sebelum (APBD) perubahan semua tuntas,” kata dia.
Selain menambal jalan berlubang, Pemkot Semarang juga memprioritaskan perbaikan ruas jalan yang berfungsi sebagai konektivitas antarwilayah, seperti jalur menuju Demak, Ungaran, dan Kendal. Beberapa ruas direncanakan akan diperkuat dengan konstruksi beton maupun metode overlay.
“Yang jadi konektivitas wilayah juga kita masukkan daftar perbaikan. Ada beberapa ruas jalan yang harus kita beton maupun overlay (penambahan lapisan),” terangnya.
Meski telah menyiapkan anggaran besar, Suwarto mengakui dana Rp50 miliar masih belum sepenuhnya mencukupi untuk memperbaiki seluruh jalan rusak di Kota Semarang. Karena itu, DPU akan tetap memprioritaskan ruas yang paling mendesak, termasuk jalan di wilayah pinggiran yang memerlukan peningkatan struktur sebelum dilakukan pelapisan ulang.
“Karena luas Semarang yang seperti masih jauh apalagi ada jalan di pinggiran kota Semarang yang harus ditingkatkan jadi tidak hanya overlay tapi juga perkerasan dulu baru overlay nanti kita satukan jadi satu RAB dilelang jadi nanti sekaligus pelaksanaan dari pihak ke tiga semua,” pungkasnya.


