Perayaan Natal Masih Pandemi, Kemenag Jateng Minta Perhatian dari 3 Komponen Ini

Ilustrasi ibadah misa pada perayaan Natal dengan menerapkan protokol kesehatan (Foto: istimewa)

INDORAYA – Perayaan Hari Natal pada 25 Desember 2022 yang masih dalam situasi pandemi covid-19 diharapkan menjadi perhatian dari beberapa komponen yang terlibat. Khususnya pada saat pelaksanaan ibadah kebaktian atau misa.

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah (Jateng) meminta perhatian dari tiga komponen agar ibadah pada hari Natal yang akan dilakukan tidak menimbulkan terjadinya penyebaran covid-19.

Tiga komponen yang dimaksud yaitu pengelola gereja, penceramah, dan jemaah. Meskipun Natal menjadi momen penting bagi umat Nasrani, kesehatan seluruh komponen tidak boleh diabaikan.

“Pengelola gereja atau rumah ibadah agar menyiapkan satuan tugas khusus dan sarana prasana yang mendukung pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Mustain Ahmad kepada Indoraya melalui panggilan WhatsApp, Rabu (21/12/2022).

Selain itu, untuk mengantisipasi penularan covid-19, apabila kapasitas gereja tidak mencukupi, menurut Mustain, ibadah misa atau kebaktian bisa dibagi menjadi dua sesi.

“Kemudian diperlukan pengaturan jadwal atau sesi misa kebaktian bisa dilakukan dua atau tiga kali, jadi gak harus sekali,” bebernya.

Selanjutnya, para penceramah atau pengkhotbah meliputi pastur maupun pendeta dalam menjalankan tugasnya harus menerapkan protokol kesehatan. Misalnya dengan memakai masker sehingga mimbar tetap steril.

“Ketiga jamaahnya yang terlibat langsung di situ yang bener-bener sehat. Yang sakit ya sementara mengikuti dulu dari rumah, karena bisa dilakukan hybrid, bisa luring maupun daring,” ucapnya.

Ia menyarankan kepada para jemaah yang sedang dalam kondisi sakit untuk tidak memaksakan diri dengan mengikuti ibadah di gereja pada saat Natal. Pasalnya ibadah secara daring juga akan digelar.

“Jemaah juga bisa mengukur diri masing-masing kalau kondisi gak sehat ya megikuti ibadah dari rumah,” saran Mustain.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk memperhatikan surat edaran terkait Perayaan Natal Tahun 2022 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang baru saja diterbitkan Kemenag pusat.

“Kita bersyukur pandemi menurun tapi belum hilang. Jadi kita masih di suasana pandemi. Poin pokoknya adalah bagaimana Natal ini kita selenggarakan dengan semangat kebersamaan dan kerukunan,” katanya.

“Saya harap umat Kristen dan Katolik bisa merayakan Natal dengan baik. Sehingga perayaan Natal tahun ini memberi kebahagiaan yang lebih bagi saudara umat Kristen dan Katolik,” pungkas Mustain.