
INDORAYA — Tradisi pandai besi di Dusun Dalangan, Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, terus bertahan di tengah perkembangan zaman. Kerajinan yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu itu kini tak hanya mengandalkan pasar tradisional, tetapi juga mulai menembus pemasaran digital.
Aktivitas menempa besi masih menjadi denyut kehidupan utama masyarakat di dusun tersebut. Ratusan keluarga menggantungkan penghidupan dari produksi alat pertanian yang hingga kini tetap diminati pasar.
Ketua Kelompok Pandai Besi Dusun Dalangan, Damianto mengatakan, dirinya telah ikut menempa besi bersama orang tuanya sejak 1994. Menurutnya, pada awalnya para pengrajin hanya memproduksi satu jenis alat pertanian berupa sabit lewung yang banyak dipasarkan ke wilayah Kudus, Demak, Pati, dan sekitarnya.
“Seiring perkembangannya sejak tahun 2000, produk kita mulai lebih variatif, tapi produksi sabit tetap yang menjadi andalan,” katanya saat ditemui di Dusun Dalangan, Kabupaten Wonosobo, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam sebulan kelompok pengrajin mampu memproduksi sekitar 350 sabit dengan harga mulai Rp70 ribu hingga Rp350 ribu tergantung jenis dan merek.
Menurut Damianto, kualitas produk besi asal Dalangan terletak pada perpaduan bahan besi dan baja pilihan yang dilebur menjadi satu sehingga menghasilkan alat pertanian yang tajam dan tahan lama.
Sementara itu, Kepala Desa Purwojati Nurudin Makruf mengatakan, tradisi pandai besi di Dusun Dalangan diperkirakan sudah ada sejak tahun 1850-an dan menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat.
“Saat ini ada lebih dari 120 usaha rumahan masih aktif memproduksi berbagai alat pertanian,” ungkap dia.
Nurudin menambahkan, para pengrajin kini mulai memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas pemasaran produk mereka ke berbagai daerah.
Selain menjaga warisan budaya leluhur, langkah tersebut dinilai menjadi cara agar industri pandai besi tetap mampu bersaing di tengah perubahan pasar.
Ia berharap ke depan ada dukungan teknologi, khususnya untuk sistem pembakaran yang lebih efisien, serta bantuan pemasaran agar tradisi pandai besi tetap bertahan dan terus berkembang.
Menurutnya, keberlangsungan industri pandai besi di Dusun Dalangan juga memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan alat pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.



