INDORAYA – RSUD KRT Setjonegoro Kabupaten Wonosobo terus melakukan pembenahan layanan kesehatan dengan mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional.
Upaya itu dilakukan melalui peningkatan fasilitas, penguatan sumber daya manusia, hingga berbagai inovasi pelayanan bagi masyarakat.
Direktur RSUD KRT Setjonegoro, dr. Danang Sananto, MM, mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya kini resmi berstatus rumah sakit tipe B. Status tersebut diperoleh seiring peningkatan fasilitas, alat kesehatan, serta tenaga medis yang dimiliki.
“Dalam paparannya, RSUD KRT Setjonegoro kini resmi berstatus rumah sakit tipe B, seiring peningkatan fasilitas, alat kesehatan, serta sumber daya manusia medis,” demikian disampaikan dalam rapat bersama Tim Asistensi Bupati Wonosobo di Aula Wijayakusuma RSUD KRT Setjonegoro, Rabu (13/5/2026).
Dr. Danang menyebut sekitar 90 persen pasien di RSUD KRT Setjonegoro merupakan peserta BPJS. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien BPJS maupun pasien umum.
“Sekitar 90 persen pasien kami adalah peserta BPJS. Kami pastikan tidak ada pembedaan layanan antara pasien BPJS maupun pasien umum,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan kualitas pelayanan, RSUD juga telah menyekolahkan sekitar 40 dokter spesialis guna mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat Wonosobo.
Selain itu, RSUD KRT Setjonegoro menghadirkan sejumlah inovasi pelayanan seperti program SOBO PAKU ANTING untuk penanganan stunting dan layanan AMBULANCE JAGO (Siap Jemput Ambulans Gratis Oke) bagi pasien darurat dan kecelakaan.
Ketua Tim Asistensi Bupati Wonosobo, Idham Cholid, mengapresiasi langkah pembenahan yang dilakukan RSUD KRT Setjonegoro.
“Inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan. Rumah sakit pemerintah harus mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari fasilitas dan alat kesehatan, tetapi juga dari sikap pelayanan kepada masyarakat.
“Stigma pelayanan rumah sakit daerah yang dianggap kalah ramah dibanding rumah sakit swasta harus dijawab dengan evaluasi dan pembenahan berkelanjutan,” ujarnya.


