
INDORAYA – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, tepat di seberang Stasiun Semarang Poncol, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Mitsubishi Pajero putih yang melaju dari arah utara menghantam median jalan sebelum terpelanting ke kiri dan menabrak pohon.
Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek parah. Pengemudi Pajero, Rifki S, laki-laki kelahiran 1991, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita, membenarkan kecelakaan tunggal tersebut.
Ia menjelaskan, kendaraan awalnya melaju dari arah utara menuju selatan sebelum kehilangan kendali.
“Semula kendaraan Mitsubishi Pajero warna putih melaju dari utara ke selatan, oleng ke kanan menabrak median tengah, kemudian oleng ke kiri menabrak pohon,” kata Iptu Novita.
Menurut Novita, pengemudi mengalami cedera pada bagian kepala akibat kecelakaan tersebut.
“Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Semarang,” jelasnya.
Kesaksian mengenai kondisi kendaraan disampaikan Ahmad (68), seorang pengemudi taksi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ahmad mengatakan, dirinya berada sekitar 50 meter dari titik kecelakaan ketika mendengar suara benturan keras. Saat itu kondisi jalan masih gelap karena kecelakaan terjadi pada dini hari.
“Jam 03.50. Iya, masih gelap. Tapi masih kelihatan lampu. Saya posisinya di depan sana, jadi dengarnya kaget banget itu. Suaranya keras,” kata Ahmad kepada wartawan.
Setelah mendekati lokasi, Ahmad melihat Pajero sudah mengalami kerusakan parah. Bagian depan kendaraan tampak ringsek setelah menghantam median dan pohon.
Ia juga melihat salah satu ban kendaraan pecah. Kerusakan juga terjadi pada bagian mesin.
“Uh, remuk. Depan remuk. Sampai pecah bannya, mesinnya pecah,” imbuh dia.
Jejak kecelakaan masih terlihat di lokasi. Sejumlah komponen kendaraan dan serpihan kaca berserakan hingga ke area trotoar.
Pohon yang menjadi titik benturan juga mengalami kerusakan. Kulit batang terlihat terkelupas dan sejumlah dahan patah akibat benturan.
Evakuasi Pengemudi Berlangsung Hampir Satu Jam
Kerusakan parah pada kendaraan membuat proses evakuasi pengemudi tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Menurut Ahmad, petugas dan warga harus terlebih dahulu membuka bagian kendaraan yang ringsek untuk mengeluarkan korban.
“Pintunya dibuka harus dijebol. Karena ringsek itu. Prosesnya lama. Sepertinya hampir satu jam baru bisa dibuka,” tutur Ahmad.
Ahmad mengatakan hanya ada satu orang di dalam kendaraan saat kecelakaan terjadi, yakni pengemudi.
“Ya, satu orang aja. Sopirnya itu. Setahu saya enggak ada lagi,” pungkasnya.



