INDORAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa ada tiga opsi yang beredar terkait rencana libur sekolah selama bulan Ramadan, meskipun ia menegaskan bahwa pemerintah belum membuat keputusan resmi.
“Kan kalau kita ikuti di masyarakat, opsinya kan ada tiga yang saya ikuti di masyarakat, ya ini belum keputusan ya,” kata Mu’ti di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Mu’ti menyampaikan bahwa opsi pertama adalah libur penuh selama sebulan, dengan siswa mengikuti kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat.
Opsi kedua adalah libur di awal Ramadan dan menjelang Idul Fitri, misalnya libur tiga hari di awal bulan Ramadan dan beberapa hari menjelang Idul Fitri hingga setelah mudik.
“Nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga libur, bisa dua hari atau tiga hari menjelang Idul Fitri libur sampai nanti selesainya rangkaian mudik. Yang berlaku sekarang kan begitu,” kata dia.
Sementara itu, opsi ketiga yaitu masuk penuh selama Ramadan seperti yang berlangsung saat ini. Mu’ti menegaskan semua usul itu ditampung pemerintah.
“Intinya semua itu adalah usulan-usulan yang ada di masyarakat yang kami tentu memantau usulan-usulan itu sebagai bagian dari aspirasi publik,” ucap Mu’ti.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pemerintah belum mendiskusikan wacana libur sekolah selama sebulan saat Ramadan.
Awalnya, wacana libur sekolah selama sebulan ini muncul dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada Desember 2024
“Belum kita diskusikan. Siang ini saya baru ketemu dengan Pak Mendikdasmen,” kata Pratikno dalam rekaman yang diterima dari Humas Kemenko PMK, Senin.
Wacana libur sekolah satu bulan penuh selama Ramadan ini menuai pro dan kontra publik.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menilai pemerintah perlu memikirkan model yang jelas soal libur sebulan selama Ramadan itu.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mendukung. Namun menurutnya, bukan berarti anak-anak tak belajar jika sekolah diliburkan.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga tidak setuju dengan wacana libur sekolah satu bulan ketika Ramadan.
Menurut Ketua Umum PKB itu, libur sekolah selama 40 hari terlalu lama. Cak Imin juga menilai puasa Ramadan bukan halangan untuk melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa.
“Saya kira tidak perlu ya. Karena libur Ramadan itu belum jelas konsepnya. Tidak perlu (libur), tetap saja jalan, puasa tidak menghentikan semua (kegiatan),” kata Muhaimin Iskandar di Jakarta, Sabtu (11/1), dikutip dari Antara.


