Lewat Talkshow “Tepa Selira”, Mahasiswa UMN Kampanyekan Kesadaran Anti Kekerasan Seksual

Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar kegiatan Talkshow “Tepa Selira” di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kabupaten Temanggung, Minggu (24/6/2026). (Foto: Mustofa/Indoraya)

INDORAYA – Talkshow “Tepa Selira” hadir sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai pentingnya kesadaran terhadap pelecehan seksual yang masih sering terjadi di lingkungan sekitar, baik di ruang publik, lingkungan pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini digelar oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kabupaten Temanggung, Minggu (24/6/2026).

Melalui pendekatan yang edukatif dan inklusif, talkshow ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih peka, berani bersuara, dan saling menjaga satu sama lain.

Ketua pelaksana acara, Veren Fiorenta menyampaikan, bahwa Tepa Selira diharapkan menjadi langkah kecil untuk membuka ruang percakapan yang lebih sehat mengenai isu kekerasan seksual.

Pasalnya, isu kekerasan seksual seringkali tidak disadari atau dianggap sepele. Kurangnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, batasan pribadi, hingga cara merespons situasi yang tidak aman menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi yang berkelanjutan.

Melalui Talkshow “Tepa Selira”, masyarakat diajak memahami bahwa kekerasan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk tindakan verbal maupun non-verbal yang kerap dinormalisasi.

“Mengangkat nilai “tepa selira” yang berarti tenggang rasa dan kemampuan memahami perasaan orang lain, acara ini menjadi pengingat bahwa menciptakan ruang yang aman membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama,” kata Veren.

Tidak hanya sebagai forum diskusi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun keberanian untuk saling mendengarkan, menghargai batasan, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif.

“Sering kali pelecehan seksual terjadi di sekitar kita tanpa disadari. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan memahami bahwa rasa aman adalah hak setiap orang,” ungkap Veren.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan kampanye edukasi melalui media sosial dan penyebaran informasi interaktif untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan generasi muda.

“Dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Tepa Selira” diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama yang relevan dan berdampak,” kata mahasiswi UNM tersebut.

Melalui Talkshow “Tepa Selira”, penyelenggara berharap masyarakat dapat memahami bahwa pencegahan pelecehan seksual bukan hanya tanggung jawab individu tertentu, tetapi tanggung jawab bersama. Kesadaran, empati, dan keberanian untuk peduli menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan saling menghargai.

Talkshow ini menghadirkan Rusti Dian, pendiri dari Her Vooce Tmg. Dia membahas mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, dampak psikologis bagi korban, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta juga diajak berdialog secara terbuka mengenai pengalaman, perspektif, dan langkah preventif yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.