Lecehkan Pramugari Malaysia Airlines, Penumpang Diusir dari Pesawat sebelum Terbang ke Beijing

Ilustrasi pramugari. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Seorang penumpang pesawat Malaysia Airlines terpaksa diturunkan dari penerbangan setelah diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap pramugari. Insiden ini terjadi di Kuala Lumpur, sebelum pesawat lepas landas menuju Beijing pada 8 April tengah malam.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video kejadian beredar luas. Dalam rekaman itu, penumpang terlihat berdebat dengan petugas dan mempertanyakan alasan dirinya dilarang melanjutkan penerbangan.

“Saya hanya menepuk Anda dua kali dengan ringan, dan Anda tidak mengizinkan saya naik pesawat?” katanya kepada pramugari yang tampaknya adalah korban.

Namun, pramugari dengan tegas menolak membiarkannya tetap berada di pesawat karena perilakunya dinilai tidak dapat diterima. Ketegangan pun meningkat saat penumpang tersebut terus membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.

“Apakah ini termasuk pelecehan seksual? Bahkan di Singapura, ini tidak akan dianggap sebagai pelecehan seksual, kan?” kata si penumpang.

Pramugari tersebut kemudian meminta agar penumpang menghormati aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa keputusan telah diambil dan penumpang tidak diperkenankan melanjutkan penerbangan.

Penumpang itu tetap bersikeras tidak bersalah, bahkan meminta agar diperlihatkan rekaman CCTV sebagai bukti. Ia juga mengeluhkan konsekuensi yang harus dihadapi jika tidak diizinkan terbang.

Meski demikian, petugas tetap menjalankan prosedur keamanan. Pada akhirnya, dua petugas keamanan menarik penumpang tersebut dari kursinya dan mengawalnya keluar dari pesawat.

Menurut informasi dari saksi yang merekam video, penumpang tersebut merupakan warga negara Tiongkok. Saksi juga menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi, suasana di bandara sempat kacau akibat kendala teknis dalam proses boarding.

Beberapa kursi penumpang dilaporkan mengalami perubahan, sehingga menyebabkan kebingungan dan keterlambatan dalam penerbitan boarding pass baru. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya bantuan penerjemahan bagi penumpang asing.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan MH318, keberangkatan pesawat mengalami penundaan sekitar satu jam, dari pukul 23.40 menjadi 00.41 waktu setempat.