Ad imageAd image

KUT ke-57 KAHMI Hadirkan 3 Bacapres untuk Paparkan Gagasan

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 1 View
2 Min Read
Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menggelar KAHMI Summit dalam rangka memperingati HUT ke-57 KAHMI pada Oktober mendatang.

Rencananya, kegiatan itu akan menghadirkan tiga bakal calon presiden (bacapres), yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. Presidium Musyawarah Nasional (MN) KAHMI, Ahmad Yohan menyampaikan, diundangnya bacapres tersebut untuk memaparkan gagasannya.

“Ini sedang disiapkan oleh panitia, sudah komunikasi. Sebagian sudah ada yang siap, sebagian terus komunikasi. Mudah-mudahan bisa hadir karena kita pengin dengar apa gagasan tentang bagaimana Indonesia ke depan,” katanya, usai acara jalan sehat di Kantor Kemenpora, Minggu (17/9/2023).

Sejauh ini, kata Yohan, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan telah menyatakan ketersediaan kehadirannya. Namun, ia mengaku belum mengetahui lagi kelanjutan terkait konfirmasi kehadiran.

“Pak Anies, Pak Ganjar kabarnya sudah siap. Saya belum tahu pasti, tapi panitia tadi saya tanya sudah komunikasi dengan tim semua capres,” katanya.

Yohan pun menyebut akan ada sejumlah isu yang akan didalami oleh tiga bakal capres tersebut. Dia berharap, nantinya kontestasi Pemilu 2024 menghasilkan suasana yang damai.

“Kita ingin agar mereka kemudian bersama sama membangun komitmen, tidak saling mencederai, tidak saling menyakiti karena mereka ini adalah tokoh bangsa. Kader bangsa yang kita harapkan bisa memimpin bangsa ke depan,” papar dia.

Menurt dia, di penghujung kepemimpinan Jokowi ini sebutan di kubu pendukung telah berkurang. Oleh karena itu, Yohan ingin sebelum menjelang Pemilu 2024 tak ada konflik yang membuat perpecahan antar masyarakat.

“Di penghujung kepemimpinan Pak Jokowi isu-isu cebong kampret sudah berkurang. Jangan sampai, kemudian di kontestasi berikutnya ini itu diproduksi lagi isu-isu lama yang kemudian membuat rakyat terbelah dan saling menyakiti dan itu menyisakan konflik sosial yang luar biasa,” pungkas dia.

Share this Article