Kostum Peserta SNC 2026 Basah Akibat Hujan, Parade Dilanjutkan Meski Sempat Tertahan

Meski sempat terhenti akibat hujan deras, para peserta yang tampil dalam parade kostum Semarang Night Carnival 2026, Sabtu (2/5/2026) menunjukkan dedikasi luar biasa. (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)

INDORAYA – Meski sempat terhenti akibat hujan deras, para peserta yang tampil dalam parade kostum Semarang Night Carnival 2026, Sabtu (2/5/2026) menunjukkan dedikasi luar biasa untuk tetap mencapai garis finish.

Dari Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, ada yang dievakuasi menggunakan kendaraan bak terbuka milik Dinas Perhubungan (Dishub). Namun tidak sedikit yang memilih tetap berjalan kaki dari Balai Kota menuju Simpang Lima.

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang heroik sekaligus dramatis. Deretan kendaraan bak terbuka dikerahkan untuk mengangkut para peserta dengan kostum megah agar bisa lebih cepat sampai di Lapangan Simpang Lima. Di atas kendaraan tersebut, para peserta tetap tampil memesona dan melambaikan tangan kepada warga di sepanjang rute.

Namun, beberapa kelompok defile lainnya memilih untuk tetap menempuh rute dengan berjalan kaki meski di bawah sisa gerimis dan kondisi jalan yang basah. Dengan pengamanan ketat dari petugas gabungan, para peserta ini tetap memamerkan detail kostum bertema Phoenix, Toraja, Cherry Blossom, hingga Siam sepanjang Jalan Pandanaran.

Langkah para peserta yang memilih tetap berjalan kaki ini mendapatkan pengawalan intensif dari pihak kepolisian, Dishub, dan panitia terkait. Petugas memastikan jalur tetap aman bagi para peserta yang mengenakan kostum berukuran besar agar tetap bisa melintas dengan nyaman menuju panggung utama di Simpang Lima.

Setibanya di Lapangan Simpang Lima, baik peserta yang naik kendaraan maupun yang berjalan kaki langsung diserbu oleh lautan massa. Suasana seketika menjadi sangat meriah saat masyarakat mulai berebut untuk berfoto bersama.

Interaksi antara peserta dan masyarakat ini menjadi momen paling hangat dalam puncak HUT Kota Semarang ke-479. Warga tampak antusias berswafoto dengan para peserta mancanegara dan lokal yang tetap terlihat ramah meski kostum mereka basah terkena air hujan.

Ariel, salah satunya, peserta asal Kota Semarang yang tetap menunjukkan totalitasnya meski kostum megahnya basah kuyup terkena air hujan.

Ariel, yang sejak sore sudah bersiap dengan riasan dan kostum penuh detail, mengaku sempat merasa sedih saat hujan lebat turun tepat di tengah acara. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah dan tetap melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Simpang Lima demi menghibur masyarakat yang sudah menunggu.

“Tadi sempat sedih karena hujan deras banget, tapi saya tetap semangat. Ini bentuk cinta saya untuk Kota Semarang,” ujar Ariel dengan senyum lebar saat ditemui di area Simpang Lima, Sabtu (2/5/2026) malam.

Meski tetap tampil menawan, Ariel sempat menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang menonton. Ia merasa penampilannya malam ini belum bisa maksimal karena kendala cuaca ekstrem yang membuat beberapa bagian kostumnya tidak bisa dikembangkan secara sempurna.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat kalau malam ini belum bisa tampil maksimal karena kondisi hujan tadi. Harusnya bisa lebih dari ini, tapi keadaan tidak memungkinkan,” ungkapnya dengan tulus.

Meski kondisi kostum sudah berat karena air dan suhu udara yang mendingin, Ariel tetap menjadi salah satu primadona di Lapangan Simpang Lima. Ia tampak tidak canggung dan dengan senang hati melayani satu per satu permintaan warga yang ingin berfoto bersamanya.

Antusiasme warga yang berebut mengajak berfoto seolah menjadi “obat lelah” bagi Ariel. Baginya, melihat senyum masyarakat yang terhibur sudah cukup untuk membayar perjuangannya menerjang hujan dari Balaikota.