Koleksi Satwa Bertambah, Sitatunga Afrika Kini Menghuni Semarang Zoo

Bonbin Mangkang (Semarang Zoo) menghadirkan satwa langka berupa Kijang Rawa atau Sitatunga, spesies asli dari wilayah Afrika Tengah. (Foto: Dok. Semarang Zoo)

INDORAYA – Koleksi satwa di Semarang Zoo kembali bertambah dengan hadirnya Sitatunga, spesies kijang rawa asal Afrika Tengah. Satwa tersebut didapatkan dari hasil program pertukaran satwa dengan Taman Margasatwa Ragunan.

Saat ini, Sitatunga tersebut telah menghuni Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang, Kota Semarang, bahkan telah berkembang biak dengan kelahiran satu ekor anak.

Program pertukaran satwa dilakukan dengan skema pelepasan sejumlah koleksi dari Semarang Zoo, termasuk harimau benggala dan orangutan jantan, yang kemudian ditukar dengan beberapa satwa lain seperti sitatunga, kapibara dan orangutan betina.

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menyebut kelahiran anak sitatunga menjadi indikator awal keberhasilan program tersebut.

“Pelikan, Orangutan betina, Kapibara dan Sitatunga sepasang harimau benggala dan orangutan jantan pada tahun lalu. Pelikan dan orangutan ini belum selesai proses administrasinya di BKSDA,” ujar Bimo saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam skema pertukaran itu, satu orangutan jantan serta sepasang harimau benggala dilepas untuk mendapatkan sejumlah satwa baru, termasuk sitatunga dan kapibara.

“Itu paket pertukaran satwa. Kapibara dan Sitatunga tidak termasuk dilindungi di Indonesia. Jadi proses mendatangkannya lebih mudah,” sambungnya.

Menurutnya, mekanisme pertukaran satwa merupakan bagian dari aturan yang berlaku di lembaga konservasi, sekaligus mendukung pengembangbiakan satwa.

“Nanti kalau orangutan betina datang kan pejantan di sini jadi dapat jodoh dan mudah-mudahan bisa berkembang biak. Tugas kita sebagai lembaga konservasi kan mengembangbiakkan dan kemudian dilepasliarkan,” jelasnya.

Penambahan koleksi satwa ini mendapat respons dari pengunjung. Restu, warga Gubug, Kabupaten Grobogan, mengaku melihat adanya perbaikan fasilitas di kawasan kebun binatang.

“Sudah beberapa kali kesini, ada perbaikan, ini jalurnya juga sudah baru, sudah tertata,” katanya.

Ia datang bersama keluarga untuk melihat berbagai koleksi satwa, termasuk hewan-hewan besar yang menjadi daya tarik utama.

“Pengen lihat singa, harimau tadi sudah di situ buaya juga sudah tadi di depan,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pengelola terus meningkatkan kualitas kawasan dan menambah koleksi satwa.

Pengennya lebih tertata lagi dan hewan-hewannya juga ditambah, pengen lihat singa, jerapah juga,” katanya.