Kohati Badko HMI Jateng-DIY Komitmen Wujudkan Pemilih Perempuan Berkualitas

Suasana kegiatan Pendidikan Politik Perempuan dengan tema "Saatnya Generasi Milenial Memilih" yang digelar Kohati Badko HMI Jateng-DIY di Wisma Pemda Provinsi Jateng (dok. Athok Mahfud)

INDORAYA – Korps Himpunan Mahasiswa Islam-wati (Kohati) Badan Koordinasi (Badko) Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berkomitmen mewujudkan pemilih perempuan yang berkualitas menjelang Pemilu 2024 mendatang.

Komitmen tersebut berusaha diwujudkan Kohati Badko HMI Jateng-DIY melalui kegiatan Pendidikan Politik Perempuan dengan tema “Saatnya Generasi Milenial Memilih” yang digelar di Wisma Pemda Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini.

Ketua Umum Kohati Badko HMI Jateng-DIY Siti Izha Nurdianti mengatakan bahwa pendidikan politik bagi perempuan, khususnya generasi milenial, sangatlah penting supaya dapat menentukan pemimpin yang tepat di masa depan.

Terlebih, data menyebutkan bahwa, penduduk tertinggi di Jawa Tengah, diisi oleh generasi Z berjumlah 4.643.081 laki-laki dan 4.380.649 perempuan serta generasi milenial berjumlah 4.639-273 laki-laki dan 4 485.773 perempuan.

“Semakin banyaknya perempuan generasi Z dan milenial yang akan meramaikan pemilihan tahun 2024, dibutuhkan pendidikan politik khusus perempuan dalam menentukan pemimpin ke depannya,” kata perempuan yang akrab disapa Izha itu.

Di dalam forum tersebut, Kohati Badko HMI Jateng-DIY menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya anggota DPD RI Casytha A. Kathmandu, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Inna Hadianala, dan Founder Indonesia Mampu yang juga menjabat Ketua Umum Kohati PB HMI 2010-2012 Endah Cahya Imawati.

Turut hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Sulistyo Yuliutomo dan Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Nur Kholis.

Izha melanjutkan, keberadaan perempuan yang memiliki akses berpolitik jelas diperlukan untuk menyuarakan ide gagasan dan isu keperempuanan.

“Mempertahankan posisi kekuasaan agar terus mampu berkiprah menyuarakan hak perempuan tentu saja menjadi PR tersendiri di lingkungan politik yang didominasi kaum laki-laki,” lanjutnya.

Izha berharap bahwa kegiatan pendidikan politik bagi perempuan ini dapat memberikan edukasi kepada ratusan aktivis perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, Kohati Badko HMI Jateng-DIY juga mendorong perempuan untuk terjun ke dunia politik, yang mana sesuai UU,  minimal 30 persen keterwakilan perempuan duduk di kursi parlemen.

“Keterwakilan kaum perempuan dalam lingkaran politik harus benar-benar dikawal dan dimaksimalkan. Sehingga perempuan turut berperan dalam menentukan kebijakan,” ungkap Ketua Umum Kohati Badko HMI Jateng-DIY Siti Izha Nurdianti.