INDORAYA – Komisi E DPRD Jawa Tengah (Jateng) menyoroti ketidaksesuaian penempatan atau formasi pada guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ketidaksesuaian lokasi mengajar dengan tempat tinggal dinilai menambah problematika yang meresahkan kalangan guru PPPK.
Pasalnya sebelumnya sebanyak 586 guru P1 yang lolos passing grade PPPK pada tahun 2022 lalu batal mendapat penempatan. Jumlah ini meliputi 428 guru tingkat SMA/SMK/SLB dan sisanya dari SD/SMP di 25 25 kabupaten/kota di Jateng.
Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengaku bahwa pihaknya sering menerima kelurahan dari para guru PPPK yang akan ditempatkan di sekolah yang bukan berasal dari daerah tinggalnya. Hal ini dinilainya menjadi persoalan serius.
“Penempatannya tidak sesuai dengan tempat tinggalnya. Ada yang dari Temanggung ditempatkan di Rembang, ada yang dari Pekalongan ditempatkan di Wonogiri, dan lain sebagainnya,” katanya saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp.
Hamid mengaku bahwa hampir di setiap kabupaten/kota terdapat kasus ketidaksesuaian lokasi mengajar dengan daerah guru PPPK berasal.
“Keluhan yang masuk ke saya total yang masuk itu banyak sebenarnya. Dari kami rata-rata setiap kabupaten/kota punya case, kasus demi kasus semacam itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Komisi E DPRD Jateng mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk meninjau ulang penempatan atau atau formasi guru PPPK. Harapannya lokasi mengajar disesuaikan dengan daerah tinggal.
“Memang kita mendesak Dinas Pendidikan provinsi untuk mereview kembali untuk sebelum diajukan di BKD Jateng, BKD nanti diwajibkan ke Kementerian Kepegawaian.sl sehingga harapannya bisa ditinjau kembali dan disesuaikan dengan tempat tinggal mereka,” katanya.
Selain itu, Hamid juga mendorong Dinas Pendidikan Jateng untuk menampung keluhan dan aspirasi dari para guru. Termasuk masalah penempatan atau formasi guru PPPK yang tidak sesuai dengan daerah tinggalnya.
“Sehingga nanti dari keberatan-keberatan ini ataupun secara keseluruhan, kita mereview lagi. Bagaimana posisi itu idealnya dilakukan penempatannya yang ada di jateng. supaya tidak lari-lari terlalu jauh,” ungkap Hamid.


