INDORAYA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengalokasikan bantuan sekitar Rp1 miliar untuk merehabilitasi 17 bangunan madrasah di Kabupaten Jepara.
Bantuan tersebut ditujukan untuk memperbaiki sarana pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Jepara agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman.
Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin mengatakan program rehabilitasi menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Ada 17 sekolah madrasah di Jepara yang mendapat bantuan rehabilitasi, total kebutuhan rehabilitasinya setelah dihitung sekitar Rp1 miliar untuk 17 sekolah,” kata Akhsan pada Senin (3/8/2026).
Sebanyak 17 lembaga pendidikan yang menerima bantuan tersebut meliputi MA Salafiyah Bandungharjo, RA NU Asy Syafi’iyyah Banyumanis, MI Darul Falah Damarwulan, MI Miftahul Huda 02 Sumberejo, MI Tamrinus Sibyan 2 Tengguli, MI Nahdlatusy Syubban, MI Miftahul Ulum 03 Srikandang.
Kemudian MI Mathaliul Falah 2 Tulakan, RA Miftahul Hidayah Kembang, MTs Salafiyah Bandungharjo, MI Miftahul Huda Tulakan, MTs Darul Ulum Bangsri, RA Nurul Huda 01 Clering, MTs Roudlotul Ulum Suwawal, RA Muslimat Drojo, RA Al Maarif Bandungharjo, serta MIS Nurul Huda Ujungwatu.
Akhsan menjelaskan, besaran bantuan yang diterima masing-masing madrasah tidak sama karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. Proses rehabilitasi juga dilakukan secara bertahap dan sebagian sekolah telah memasuki tahap pengerjaan.
Perbaikan yang dilakukan meliputi rehabilitasi ruang kelas, fasilitas sanitasi, serta berbagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Akhsan berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan di lingkungan madrasah sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.
“Yang belum diproses, semoga segera diperbaiki sehingga mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan keagamaan di Kabupaten Jepara,” pungkasnya.




