Kelompok Buruh Minta Pj Gubernur Jateng Patuhi Putusan MK Tetapkan UMSK

Date:

INDORAYA – Ratusan buruh di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bersatu melakukan aksi di depan Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (18/12/2024). Aksi dilakukan sejak pukul 14.00 WIB siang hingga sore hari.

Selain untuk mengawal penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), massa aksi buruh juga menuntut pemberlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

“Kami hadir di sini sama-sama mengawal mengenai UMK dan UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota),” ujar Korlap Aksi, Sumartono di lokasi.

Di tengah guyuran hujan, kelompok buruh tetap semangat menyuarakan tuntutannya. Meskipun dengan kondisi tubuh beserta pakaian yang basah kuyup, ratusan buruh tak beranjak dari lokasi aksi.

Kelompok buruh meminta Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana untuk mematuhi amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 168/PUU-XXI/2023 yang telah menghapus UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Di mana dalam putusan MK yang diperkuat dengan terbitnya Permenaker Nomor 16 Tahun 2024 tersebut menyebutkan bahwa gubernur wajib menetapkan UMS provinsi dan UMS kabupaten/kota.

Sumartono menyebut, sejumlah daerah telah mengusulkan besaran UMSK kepada Pj Gubernur Jateng. Besaran UMSK yang nantinya akan ditetapkan harus di atas 6,5 persen.

“UMSK sesuai dengan amar putusan MK itu boleh dapat ditetapkan (gubernur) ketika ada rekomendasi dari wali kota maupun bupati, di mana angka angkanya itu harus lebih besar dari pada UMK yang berjalan,” kata dia.

Sebagai informasi, upah minimum sektoral merupakan upah minimum yang diterapkan secara khusus untuk sektor-sektor industri tertentu yang memiliki kondisi kerja atau risiko lebih tinggi, sehingga pekerja membutuhkan standar upah lebih baik.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berawal dari Konten Edukasi Kecantikan, Dua Dokter di Semarang Hadapi Kasus Hukum

Konten edukasi mengenai kecantikan dan perawatan kulit yang dibuat dua selebgram asal Kota Semarang, dokter Mufida Rizqiani Husna dan Ari Kurniawan alias Ari PM, berujung pada persoalan hukum. Keduanya kini terseret kasus dugaan pencemaran nama baik dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).