Kecelakaan Berulang di Silayur Ngaliyan, Pemkot Semarang Akui Jalan Tak Ideal dan Sulit Diperbaiki

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespon tanjakan dan turunan di Jalan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)

INDORAYA – Tanjakan dan turunan di Jalan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah kembali menjadi sorotan karena sering memicu kecelakaan. Jalur ini sejak lama dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat.

Belum lama ini, sebuah truk bermuatan minyak terguling di tanjakan Silayur, tepat di depan SMPN 16 Kota Semarang, pada Sabtu (29/11/2025). Truk tersebut diduga gagal menanjak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Lokasi itu memang kerap menjadi tempat kecelakaan serupa. Beberapa kasus sebelumnya mulai dari rem blong hingga truk mogok di tengah tanjakan terhitung sering terjadi.

Pada 26 Februari 2025, misalnya, sebuah truk yang diduga mengalami rem blong menabrak dua mobil dan satu sepeda motor di turunan Silayur, menyebabkan tiga anak mengalami luka-luka.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui kondisi Jalan Silayur tidak ideal secara struktur dan elevasi. Pemerintah bahkan sempat mempertimbangkan upaya untuk merendahkan tanjakan tersebut.

“Ketika kemarin kita minta dibuatkan kajian, berapa rupiah yang harus dikeluarkan supaya ini landai, hasilnya lebih dari Rp 60 miliar. Wah, nggak kuat itu. Dalam posisi APBD kita belum dipotong saja, kekuatan fiskalnya tidak memungkinkan, apalagi sekarang,” ujar Agustina, Senin (1/12/2025).

Meski pengubahan struktur jalan tidak memungkinkan, Agustina menegaskan bahwa pengawasan kendaraan akan diperketat. Pemerintah Kota berencana melakukan uji petik terhadap truk yang melintas.

“Jadi apa solusi supaya itu tidak terjadi? Benar, uji petik tiap truk yang lewat. Tapi itu kan hanya untuk truk dari Kota Semarang. Kalau berasal dari kabupaten lain kan juga susah. Makanya operasi kembali akan digalakkan oleh teman-teman Dishub supaya truk yang parkir atau istirahat di badan jalan bisa segera disingkirkan,” ungkapnya.